Praktek Meditasi Langit Bumi

Ketika Anda siap, bayangkan akar-akar kecil tumbuh dari telapak kaki Anda dan tumbuh dari dasar tulang belakang Anda. Rasakan akar-akar itu tumbuh dan tumbuh. Rentangkan akar-akar itu ke bawah melalui kursi Anda, ke bawah melalui lantai, sampai ke Bumi. Bayangkan akar-akar Anda menggeliat dalam-dalam ke dalam tanah, memegang kendali,  menghubungkan Anda dengan sangat aman ke pusat Bumi.

1. Pada tarikan napas berikutnya bayangkan Anda dapat bernapas melalui akar Anda. Dan saat Anda menghembuskan napas, bayangkan dirimu melepaskan ketegangan, melepaskan racun dalam tubuhmu, dan kembali ke akarmu ke Bumi. 

Dan saat Anda menghirup napas, tubuh Anda terasa lebih ringan dan terbuka, balikkan prosesnya. Tarik energi dari Bumi melalui akar Anda seperti Anda menarik cairan melalui sedotan. Tarik energi Bumi ke atas, ke dalam tubuh Anda. 

Buang napas ketegangan. Buang napas racun. Hirup energi penyembuhan Bumi Rasakan energi ini berkumpul di pangkal tulang belakang Anda dan mengalir ke chakra Akar Anda. Visualisasikan energi sebagai cahaya merah yang bersinar di tubuh Anda. 

2. Bila Anda sudah siap, biarkan energi Bumi terus mengalir ke tulang belakang Anda hingga mencapai chakra kedua, yaitu chakra Seksual. Terletak sekitar dua inci di bawah pusar. Rasakan pancaran cahaya jingganya. 

3. Sekarang dalam waktu Anda sendiri, hirup lah energi Bumi ke dalam chakra Solar Plexus Anda. Bayangkan denyut kehangatan kuning di Solar Plexus Anda. Seperti air mancur, energi Bumi terus naik ke tubuhmu. 

4. Rasakan mengalir ke pusat Jantung Anda sekarang. Bayangkan cahaya hijau yang indah bersinar di tengah dadamu, sehijau dan semerbak seperti musim semi.

5. Biarkan energi terus naik ke suatu titik di dada Anda, di tengah-tengah antara chakra Jantung dan chakra Tenggorokan, sekitar satu inci di bawah tulang selangka. Ini adalah chakra Timus. Bayangkan cahaya biru kehijauan di sana. 

6. Sekarang biarkan energi Bumi naik ke tenggorokan dan telinga Anda. Bayangkan cahaya biru langit bersinar di dalam. Visualisasikan segitiga yang menghubungkan telinga dan tenggorokan Anda.

7. Selanjutnya, tarik energi ke tengah dahi Anda. Rasakan titik cahaya nila, biru-ungu tua bersinar di dahi Anda.

8. Sekarang, biarkan energi Bumi naik hingga ke ubun-ubun kepala Anda. Inilah chakra Mahkota Anda. Bayangkan chakra Mahkota sebagai cahaya ungu yang berdenyut di dalam dan memancar keluar. Biarkan energinya meningkat intensitasnya. Chakra Mahkota Anda, suatu titik yang berdiameter sekitar satu setengah inci, mulai terbuka. Bayangkan energi Grounding naik dari pusat Bumi bergerak melalui  masing-masing chakra Anda secara bergantian lalu meletus dari atas kepala Anda dalam geyser besar cahaya cair. Saat melonjak ke atas, lihatlah energi itu mengalir keluar, mengalir deras di sekeliling Anda seperti pancuran cahaya yang membersihkan dan menjernihkan tubuh Anda, menyeimbangkan dan menyelaraskan semua chakra Anda. Tetaplah bernapas dengan lembut dan rasakan semua chakra Anda terisi dengan cahaya.

9. Saat Anda siap, rasakan sulur-sulur cabang energi yang melesat keluar dari atas kepala Anda melalui langit-langit hingga ke atas melalui gedung, membentang ke langit, menghubungkan Anda dengan bulan, matahari, planet-planet, tata surya kita, bintang-bintang, hingga ke surga.

10. Dan ketika Anda siap menghirup, hirup lah energi surga. Seperti air terjun, rasakan energi ini mengalir turun melalui serat-serat ini, mengisi chakra mahkota Anda sehingga bersinar dengan cahaya surgawi.

11. Chakra demi chakra, biarkan energi mengalir turun melalui tubuhmu, sama seperti Anda membiarkannya naik ke atas. Biarkan energi itu turun mengisi Mata Ketiga telinga dan Tenggorokanmu dengan cahaya, Timus mu, Jantungmu, Solar Plexusmu, Chakra Seksualmu, Chakra Akarmu. Rasakan energi itu mengalir turun melalui akarmu, mengalir ke Bumi  sehingga planet ini pun mulai bersinar lebih terang. 

12. Kini energi Langit dan Bumi mengalir melalui masing-masing chakra, menjalin dan menghubungkan tubuhmu dengan alam semesta. Rasakan masing-masing chakra mu sekaligus. Rasakan dirimu sebagai pelangi cahaya hidup yang terhubung dengan alam semesta, terhubung dengan Sang Pencipta, terhubung dengan Bumi, terhubung -- Ketika Anda siap. 

13. Perhatikan napas mu. Sadari tubuhmu di tempat Anda berada. Rasakan detak jantungmu. Dengarkan semua suara di sekitarmu. Perlahan, sangat perlahan  dalam waktumu sendiri. Buka matamu. Lihat sekelilingmu. Lihat duniamu