Ada luka yang tidak berdarah...tapi rasanya seperti kehilangan separuh jiwa. Ada perpisahan yang tidak terdengar suaranya tapi gema pecahnya sampai ke langit doa.
Hari ini.. kita bicara tentang perceraian. Bukan dari sisi hukum, bukan dari sisi siapa salah siapa benar tapi dari sisi Hakikatnya. Karena dalam Tasawuf yang terlihat bukan hanya peristiwa, yang dicari adalah Rahasia di balik itu semua.
1. Perceraian adalah Takdir Allah - bukan sekedar keputusan manusia. Dalam pandangan tasawuf, tidak ada satu pun peristiwa yang terlepas dari ilmu Allah. Bukan sekedar tanda tangan di atas kertas. Bukan sekedar ucapan talak. Bukan sekedar gugatan di pengadilan.
√ Allah yang menggerakkan sebabnya.
√ Allah yang menetapkan waktunya.
√ Allah yang menentukan siapa yang pergi dan siapa yang tinggal.
Jika dua hati dipisahkan, itu bukan kecelakaan. Itu bukan kelalaian Tuhan. Itu keputusan-Nya... yang mungkin belum kita pahami hari ini.
2. Perceraian bukan kebencian -tetapi pemisahan yang disucikan. Kita sering melihat perceraian sebagai kegagalan. Padahal bisa jadi adalah penyelamatan. Tidak semua yang dipertahankan itu baik. Tidak semua yang berpisah itu buruk. Ada perpisahan yang Allah izinkan agar hati tidak semakin rusak. Agar dosa tidak semakin dalam. Agar luka tidak berubah menjadi kebencian permanen. Kadang Allah memisahkan dua manusia untuk menyelamatkan iman keduanya.
3. Luka itu nyata tapi jangan salah melihat tangan. Ketika rumah tangga berakhir, yang muncul adalah kecewa....terluka...merasa dikhianati...merasa diperlakukan tidak adil..Dan itu manusiawi. Tapi para sufi berkata "Ketika engkau melihat tangan manusia, engkau akan sakit. Ketika engkau melihat takdir Allah, hatimu akan tenang." Jika yang kau lihat hanya pasanganmu, kau akan menyimpan dendam. Jika yang kau lihat adalah takdir Allah, kau akan belajar menerima. Bukan berarti meniadakan rasa sakit. Tapi mengubah arah pandang.
4. Allah tidak pernah merampas tanpa mengganti. Tasawuf mengajarkan satu keyakinan halus, Allah tidak mengambil sesuatu kecuali Dia ingin mengganti dengan sesuatu yang lebih sesuai untuk perjalanan ruhmu. Mungkin bukan pasangan baru. Mungkin bukan kebahagiaan instan. Tapi bisa jadi kedewasaan. Ketenangan batin. Kedekatan dengan-Nya. Kadang Allah menghancurkan satu sandaran agar kita belajar bersandar hanya kepada-Nya.
5. Jangan merasa dirimu dibuang. Yang pergi bukan jatahmu. Yang datang tidak akan salah alamat. Jika dia pergi, Yang hilang dari hidupmu tidak pernah benar-benar milikmu. Yang memang milikmu tidak akan pernah tertukar, itu berarti bukan takdirmu untuk menetap bersamanya sampai akhir. Dan jika suatu hari Allah menghadirkan yang lain, itu bukan kebetulan. Tidak ada hati yang tertukar alamat dalam takdir.
6. Perceraian bisa menjadi jalan naik derajat. Semakin tinggi kedudukan seseorang di sisi Allah, semakin dalam ujian yang ia rasakan. Mungkin perceraian bukan hukuman. Mungkin itu proses pemurnian. Emas tidak dimurnikan dengan angin sepoi-sepoi. la dimurnikan dengan api. Dan hati yang ingin dinaikkan derajatnya akan diuji dengan kehilangan.
7. Berdamai bukan berarti lemah. Memaafkan bukan berarti kalah. Menerima bukan berarti menyerah. Dalam tasawuf, yang kuat bukan yang mampu membalas. Yang kuat adalah yang mampu menyerahkan urusan kepada Allah. Biarkan Allah yang mengadili. Biarkan Allah yang menyembuhkan. Biarkan Allah yang mengatur pertemuan berikutnya. Tugas kita hanya satu, menjaga hati agar tidak berubah menjadi gelap. Jika hari ini engkau sedang berada di fase perpisahan....jangan merasa Allah meninggalkanmu. Bisa jadi justru di situlah Allah sedang menarik mu lebih dekat. Karena kadang...cinta manusia dilepaskan agar cinta kepada Allah tumbuh lebih dalam.
Ingatlah...
Yang hilang dari hidupmu tidak pernah benar-benar milikmu. Yang memang milikmu tidak akan pernah tertukar.
Aku memilih untuk Mencintai Allah saja karena hanya dengan CintaMu yang tidak pernah habis kepada diriku.
Ya Allah, Zat Yang Maha Mencintai, ikatkan lah hati kami dalam kecintaan kepada-Mu. Jangan biarkan kebencian bersarang di hati kami. Jangan biarkan kedendaman tumbuh dalam jiwa kami.
Ya Allah, tumbuhkan rasa kasih sayang di hati kami, kasih sayang karena Engkau.
Ya Allah, jadikan kasih sayang di antara kami menjadi jalan agar kami bisa saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Ya Allah, kuatkan dan eratkan lah tali kasih sayang di antara kami sampai ke akhirat kelak. Aamiin
.
