Dalil dan Tasawuf



Agama Jadi Dangkal, Karena Ulah Tokoh-tokoh agama yang Ber-Tuhankan Pada Dalil harfiah Saja. Menganggap Ilmu Tasawuf dan Spiritual itu sesat tidak punya dalil hukum. (itu pengalaman saya kalau berhadapan dengan mereka)

Ulama pewaris nabi, itu memang benar, tapi pewaris sejati meneladani juga perjalanan Nabi secara bathiniah, bukan sekadar mengutip dalil tanpa Tahu kedalamannya dan tragisnya diakhir zaman ini jumlah mereka semakin banyak dengan aliran masing-masing.

Zaman sekarang ini bukan kekurangan dalil, tapi kekurangan kejernihan hati

Ilmu, pemahaman, dan penyampaian manusia selalu terbatas karena keterbatasan akal. Maka percaya mentah-mentah pada satu suara, satu kajian saja kadang bisa menyeret pada kesesatan apalagi diucapkan pemuka agama provokatif.

Banyak yang tampak alim di luar, tapi batinnya belum tentu hidup,.tak sedikit yang sibuk mengaku : paling paham, paling benar, seolah-olah pemegang kuncinya surga dan hanya kelompoknya saja yang paling benar.

Agama tidak lahir dari Fasih nya berdalil atau pengakuan saja. Tapi secara hakekat harus hadir dari hati yang jujur, eling, dan waspada.dan mampu membawa umatnya mengenal Tuhan yang disembahNya

Peta itu dalil. Tujuan itu Makrifat. Yang tenggelam bukan karena tak punya peta, tapi karena orang tahu dalil tapi tak pernah berani meninggalkan pelabuhan dan berdebat terus tentang Tuhan di dermaga.