Syaikh Ahmad Khotib Sambas

Martabat Tujuh 

Martabat Tujuh adalah tujuh tingkat tajalli (penampakan) dari Dzat Allah menuju alam makhluk, dan dari makhluk kembali mengenal Dzat-Nya. Bukan tujuh “tempat”, tetapi tujuh tahap kesadaran wujud. 

1. 𝘼𝙝𝙖𝙙𝙞𝙮𝙖𝙝 (Keesaan Mutlak). Keadaan Dzat murni – tanpa nama, tanpa sifat, tanpa bentuk, tanpa arah.  Tidak ada selain Dia. Tidak ada “Aku”, tidak ada makhluk, tidak ada malaikat, tidak ada alam. Tidak bisa dibayangkan atau diungkapkan. Inilah kesunyian absolut, “La ta‘ayyun” (tanpa penampakan). Kesadaran batin - Hening total.  Rasa “aku” hilang. Yang ada hanya ADA. 

2. 𝙒𝙖𝙝𝙙𝙖𝙝 (Kesatuan Pertama) Dzat mulai menyingkap diri-Nya sebagai Ilmu. Masih belum ada makhluk. Hanya “pengetahuan Allah tentang segala sesuatu.” Seperti cahaya akan muncul, tapi belum memancar . Kesadaran batin - Timbul rasa kesatuan, namun belum ada “rupa'. Seperti gelombang halus sebelum suara terdengar. 

3. 𝙒𝙖𝙝𝙞𝙙𝙞𝙮𝙖𝙝 (Kesatuan Kedua – Tajalli Sifat) Nama-nama dan sifat-sifat Ilahi mulai tampak dalam ilmu Allah. Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Qadir, Al-Alim, dll. Belum “tercipta”, tetapi potensi semua makhluk telah berada di tingkat ini.  Kesadaran batin - Melihat bahwa segala yang terjadi adalah sifat-sifat-Nya yang bekerja dalam alam.

4. 𝘼𝙡𝙖𝙢 𝘼𝙧𝙬𝙖𝙝 (Ruhaniyah) Tajalli cahaya ruh-ruh. Cahaya-cahaya ruh tercipta. Ruh Adam, ruh para nabi, ruh manusia. Tidak ada jasad. Alam kelembutan. Kesadaran batin- Merasa hidup, bergerak, sadar – tetapi belum merasa “berbadan”. Energi murni. 

5. 𝘼𝙡𝙖𝙢 𝙈𝙞𝙩𝙨𝙖𝙡 - Alam Ajsam Latifah (Imaginatif) Alam rupa halus, bayangan, bentuk-bentuk non-fisik. Mimpi, visi ruhani, simbol-simbol. Tubuh masih halus, bukan materi. Alam Jabarut dan Malakut bercampur. Kesadaran batin - pengalaman mimpi terang, firasat, visi simbolis, petunjuk. 

6. 𝘼𝙡𝙖𝙢 𝘼𝙟𝙨𝙖𝙢 (Materi Nyata – Syahadah) Dari cahaya turun menjadi bentuk fisik. Tubuh manusia, hewan, alam semesta, waktu, ruang. Inilah dunia yang kita tempati sekarang. Kesadaran batin- Merasa terpisah, merasa “aku”, merasa dunia nyata adalah satu-satunya. 

7. 𝙄𝙣𝙨𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡 (Manusia Sempurna) – Kembali ke Dzat Puncak martabat- manusia menjadi cermin sempurna bagi sifat dan nama Allah. Menyaksikan bahwa realitas dirinya dan alam adalah tajalli Allah. Menyatunya Syariat – Tharekat – Hakikat – Makrifat. Bukan hilang menjadi Tuhan, tetapi sadar bahwa tiada wujud kecuali Wujud-Nya. Kesadaran batin - Fana dalam Dzat (hilangnya aku), Baqa Billah (tetap dengan-Nya), dan hidup kembali membawa cahaya kepada manusia. 

RANGKUMAN SINGKAT 

Martabat Nama Penjelasan 

1.Ahadiyah Dzat murni, tanpa nama & sifat 

2 .Wahdah Ilmu Allah, kesatuan pertama 

3.Wahidiyah Nama & sifat Ilahi tampak 

4 .Arwah Alam ruh, cahaya murni 

5.Mitsal Alam rupa halus - mimpi 

6.Ajsam Alam materi fisik 

7.Insan Kamil Kesempurnaan manusia sebagai cermin 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝