Praktek Meditasi Langit Bumi

Ketika Anda siap, bayangkan akar-akar kecil tumbuh dari telapak kaki Anda dan tumbuh dari dasar tulang belakang Anda. Rasakan akar-akar itu tumbuh dan tumbuh. Rentangkan akar-akar itu ke bawah melalui kursi Anda, ke bawah melalui lantai, sampai ke Bumi. Bayangkan akar-akar Anda menggeliat dalam-dalam ke dalam tanah, memegang kendali,  menghubungkan Anda dengan sangat aman ke pusat Bumi.

1. Pada tarikan napas berikutnya bayangkan Anda dapat bernapas melalui akar Anda. Dan saat Anda menghembuskan napas, bayangkan dirimu melepaskan ketegangan, melepaskan racun dalam tubuhmu, dan kembali ke akarmu ke Bumi. 

Dan saat Anda menghirup napas, tubuh Anda terasa lebih ringan dan terbuka, balikkan prosesnya. Tarik energi dari Bumi melalui akar Anda seperti Anda menarik cairan melalui sedotan. Tarik energi Bumi ke atas, ke dalam tubuh Anda. 

Buang napas ketegangan. Buang napas racun. Hirup energi penyembuhan Bumi Rasakan energi ini berkumpul di pangkal tulang belakang Anda dan mengalir ke chakra Akar Anda. Visualisasikan energi sebagai cahaya merah yang bersinar di tubuh Anda. 

2. Bila Anda sudah siap, biarkan energi Bumi terus mengalir ke tulang belakang Anda hingga mencapai chakra kedua, yaitu chakra Seksual. Terletak sekitar dua inci di bawah pusar. Rasakan pancaran cahaya jingganya. 

3. Sekarang dalam waktu Anda sendiri, hirup lah energi Bumi ke dalam chakra Solar Plexus Anda. Bayangkan denyut kehangatan kuning di Solar Plexus Anda. Seperti air mancur, energi Bumi terus naik ke tubuhmu. 

4. Rasakan mengalir ke pusat Jantung Anda sekarang. Bayangkan cahaya hijau yang indah bersinar di tengah dadamu, sehijau dan semerbak seperti musim semi.

5. Biarkan energi terus naik ke suatu titik di dada Anda, di tengah-tengah antara chakra Jantung dan chakra Tenggorokan, sekitar satu inci di bawah tulang selangka. Ini adalah chakra Timus. Bayangkan cahaya biru kehijauan di sana. 

6. Sekarang biarkan energi Bumi naik ke tenggorokan dan telinga Anda. Bayangkan cahaya biru langit bersinar di dalam. Visualisasikan segitiga yang menghubungkan telinga dan tenggorokan Anda.

7. Selanjutnya, tarik energi ke tengah dahi Anda. Rasakan titik cahaya nila, biru-ungu tua bersinar di dahi Anda.

8. Sekarang, biarkan energi Bumi naik hingga ke ubun-ubun kepala Anda. Inilah chakra Mahkota Anda. Bayangkan chakra Mahkota sebagai cahaya ungu yang berdenyut di dalam dan memancar keluar. Biarkan energinya meningkat intensitasnya. Chakra Mahkota Anda, suatu titik yang berdiameter sekitar satu setengah inci, mulai terbuka. Bayangkan energi Grounding naik dari pusat Bumi bergerak melalui  masing-masing chakra Anda secara bergantian lalu meletus dari atas kepala Anda dalam geyser besar cahaya cair. Saat melonjak ke atas, lihatlah energi itu mengalir keluar, mengalir deras di sekeliling Anda seperti pancuran cahaya yang membersihkan dan menjernihkan tubuh Anda, menyeimbangkan dan menyelaraskan semua chakra Anda. Tetaplah bernapas dengan lembut dan rasakan semua chakra Anda terisi dengan cahaya.

9. Saat Anda siap, rasakan sulur-sulur cabang energi yang melesat keluar dari atas kepala Anda melalui langit-langit hingga ke atas melalui gedung, membentang ke langit, menghubungkan Anda dengan bulan, matahari, planet-planet, tata surya kita, bintang-bintang, hingga ke surga.

10. Dan ketika Anda siap menghirup, hirup lah energi surga. Seperti air terjun, rasakan energi ini mengalir turun melalui serat-serat ini, mengisi chakra mahkota Anda sehingga bersinar dengan cahaya surgawi.

11. Chakra demi chakra, biarkan energi mengalir turun melalui tubuhmu, sama seperti Anda membiarkannya naik ke atas. Biarkan energi itu turun mengisi Mata Ketiga telinga dan Tenggorokanmu dengan cahaya, Timus mu, Jantungmu, Solar Plexusmu, Chakra Seksualmu, Chakra Akarmu. Rasakan energi itu mengalir turun melalui akarmu, mengalir ke Bumi  sehingga planet ini pun mulai bersinar lebih terang. 

12. Kini energi Langit dan Bumi mengalir melalui masing-masing chakra, menjalin dan menghubungkan tubuhmu dengan alam semesta. Rasakan masing-masing chakra mu sekaligus. Rasakan dirimu sebagai pelangi cahaya hidup yang terhubung dengan alam semesta, terhubung dengan Sang Pencipta, terhubung dengan Bumi, terhubung -- Ketika Anda siap. 

13. Perhatikan napas mu. Sadari tubuhmu di tempat Anda berada. Rasakan detak jantungmu. Dengarkan semua suara di sekitarmu. Perlahan, sangat perlahan  dalam waktumu sendiri. Buka matamu. Lihat sekelilingmu. Lihat duniamu


Doa Berkah Ilahi


Memohon Berkah Ilahi, untuk bimbinganMu, Cinta IlahiMu. Kami berterimakasih atas ketenteraman, Iluminasi, kelembutan dan kebersatuan denganMu, pertolongan Ilahi dan perlindunganMu. Dengan penuh keyakinan, kami berterima kasih (Lekatkan lidah ke langit-langit)

Kenanglah peristiwa yang membahagiakan. Kenanglah sebuah peristiwa yang membahagiakan. Alami kembali peristiwa yang membahagiakan tentang kebaikan hati, kelembutan dan cinta. Tersenyumlah, Anda dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan. Dengan lembut dan dengan penuh kasih sayang, senyum lah pada cakra jantung Anda. Chakra jantung adalah makhluk cinta. Katakanlah tentang cinta dan kebaikan ke jantung Anda, tunggu tanggapannya …..Dapatkah Anda merasakan jantung Anda menanggapi dengan cinta, sukacita dan kebahagiaan surgawi ?    Perasaan ini sungguh menakjubkan!      Kenanglah peristiwa membahagiakan lainnya, alami lagi peristiwa bahagia itu. Rasakan lah.

Senyum lah pada pusat mahkota Anda.  Cakra mahkota adalah makhluk Cinta Ilahi. Katakan tentang cinta pada makhluk cinta Ilahi ini. Dengan penuh cinta dan dengan lembut, senyum lah pada chakra mahkota Anda, tunggu tanggapannya.....Dapatkah Anda merasakan cakra mahkota Anda menanggapi dengan cinta dan kebahagiaan Ilahi? 

Kita mulai Memberkati Bumi dengan cinta kasih dan kebaikan. (Dengan lembut, sentuh jantung Anda dengan tangan kiri. Angkat kedua tangan setinggi dada dengan telapak menghadap ke luar). 

Bayangkan bumi kecil di hadapan Anda seukuran bola kecil. Sadari jantung Anda , dalam hati ulang sesudah saya :

Tuhan, jadikanlah aku alat perdamaian-Mu. Biarkan diriku menjadi saluran Kedamaian Ilahi. Rasakan kedamaian dalam diri Anda. Berkati bumi dengan Cinta. Bagikan lah kedamaian ini pada dunia kecil di hadapan Anda, rasakan lah kedamaian itu. Dimana ada kebencian, biarlah aku menabur cinta 

Rasakan lah Cinta dalam diri Anda.          Rasakan kenyamanan dalam diri Anda.  Biarlah diri Anda menjadi saluran cinta Ilahi dan kedamaian Ilahi.

Berkatilah seluruh bumi, semua orang, semua makhluk dengan cinta dan kedamaian.

Bayangkan cahaya merah jambu memancar dari jantung Anda, mengalir ke tangan menuju ke bumi.

Bila ada kebencian, biarlah aku menabur cinta. Biarkan diri Anda menjadi saluran cinta Ilahi. Bila ada sakit hati, maafkan.

Berkati bumi dengan semangat kerukunan, semangat saling pengertian, harmoni dan kedamaian Ilahi. Dimana ada keputus-asaan, harapan, keraguan, keyakinan...

Jadikan diri Anda sebagai saluran Pengharapan Ilahi dan Keyakinan Ilahi. Berkati seluruh bumi dengan pengharapan dan keyakinan.

Berkati orang-orang yang sedang dalam kesulitan. 

Berkati mereka dengan pengharapan dan keyakinan.

Berkati mereka dengan kekuatan Ilahi.

Dalam hati katakan : Engkau dapat mengatasinya …..!! Anda diberkati dengan pengharapan dan keyakinan. Dimana ada kegelapan, terang, kesedihan dan suka-cita

Berkati seluruh isi bumi dengan terang dan suka-cita, terutama mereka yang menderita, mereka yang bersedih, mereka yang tertekan …..Berkati mereka dengan terang dan suka-cita Ilahi.

Sadari mahkota Anda, dalam hati ulang sesudah saya : Dari sanubari Tuhan

Biarlah seluruh bumi diberkati dengan Cinta-Kasih Kebaikan Ilahi

Berkati bumi dengan cinta dan kebaikan.

Bayangkan cahaya keemasan memancar dari tangan Anda ke bumi kecil di hadapan Anda.

Dari Hati Tuhan …..

Biarlah seluruh bumi diberkati dengan cinta dan kebaikan Ilahi,

Berkati bumi dengan cinta dan kebaikan hati. Bayangkan cahaya keemasan memancar dari tangan Anda ke bumi kecil di hadapan Anda.

Dari Hati Tuhan …..

Biarlah seluruh bumi diberkati dengan Kegembiraan, Kebahagiaan dan Kedamaian. Rasakan kegembiraan dan kebahagiaan Ilahi.

Biarkan diri Anda menjadi saluran kegembiraan dan kebahagiaan Ilahi, bagikan lah kegembiraan dan kebahagiaan Ilahi itu ke seluruh bumi.

Dari Hati Tuhan, 

biarlah seluruh bumi diberkati dengan saling Pengertian, harmoni, kehendak baik dan keinginan untuk melakukan kebaikan

Terjadilah.

Sadari seluruh tubuh Anda.

(Hembuskan napas perlahan-lahan).

Sadari jantung dan mahkota Anda secara bersamaan.

(Tarik napas dalam-dalam. Tahan).

Sadari seluruh tubuh Anda.

(Hembuskan napas perlahan-lahan).

Dapatkah Anda rasakan tubuh Anda dipenuhi dengan kebahagiaan ilahi?

Bayangkan bumi kecil di hadapan Anda, sekali lagi, sadari jantung dan mahkota Anda.(Dalam hati ulang sesudah saya).

Dari Hati Tuhan, 

biarlah semua orang, semua makhluk diberkati dengan Cinta Ilahi, diberkati dengan kebaikan hati.

Rasakan kebaikan hati dalam diri Anda.

Biarlah seluruh bumi, semua orang, semua makhluk diberkati dengan kegembiraan, kelembutan, dengan kehangatan, dengan kepedulian, dengan kesembuhan batin, dengan kedamaian batin, dengan kebahagiaan Ilahi, dan kebersatuan Ilahi dengan semuanya.

Rasakan kebahagiaan Ilahi, kenyamanan Ilahi, bagikan itu ke seluruh bumi, semua orang, semua makhluk.

(Perlahan-lahan, letakkan tangan Anda ke pangkuan).

Bayangkan nyala cemerlang di mahkota.

Rasakan nyala keemasan itu.

Rasakan cinta, kedamaian dan kebahagiaan Ilahi memancar dari nyala keemasan itu.

Rasakan kenyamanan batin, kegembiraan batin(dengan lembut, dalam hati, lantunkan Amin atau mantra Om).

Sadari keheningan dan jeda waktu di antara kedua Amin atau Om, lakukan ini dengan penuh cinta dan penuh kesadaran.

Bayangkan lagi nyala keemasan itu.

(Dalam hati lantunkan Amin atau mantra Om 12 kali)

Biarlah seluruh bumi diberkati dengan terang dan kuasa Ilahi.

Biarlah seluruh bumi, semua makhluk diberkati. Biarlah di sana ada kedamaian, harmoni, kemajuan, spiritualitas dan kemakmuran bagi semua.

MENCAPAI ILUMINASI

Ketika Bintang Cahaya di atas kepala diberi energi, Iluminasi sekejap dapat tercapai.

Keterhubungan antara Chakra Jantung dan Cakra Mahkota dengan Bintang atau Cahaya di atas kepala, sebagai Iluminasi.

Kalau cakra mahkota telah cukup digiatkan, maka Anda harus melakukan pada cakra tersebut, mantra Aum, dan pada jarak waktu antara dua Aum. Konsentrasi kuat harus dipusatkan tidak hanya pada mantra Aum namun terutama pada jeda antara dua Aum. 

Dengan konsentrasi penuh dan kuat pada Cahaya dan Jeda waktu (saat hening) antara dua Aum, Iluminasi atau Samadhi tercapai !

#jantungkembar#samadhi#grounding

Memanggil Api Cinta Ilahi

1. Esensi & Filosofi

Memanggil Api Cinta Ilahi adalah teknik untuk menarik frekuensi tertinggi dari alam semesta (sering disebut sebagai Great Central Sun dalam metafisika) ke dalam dimensi fisik kita. Dalam teknik ini, Anda bertindak sebagai Magnit Kosmis. Api Cinta Ilahi bukan sekadar perasaan emosional, melainkan zat substansial yang memiliki kecerdasan untuk memperbaiki apa pun yang tidak selaras dengan hukum kasih.

2. Persiapan & Posisi

Waktu Ideal: Saat Anda berada di tempat yang energinya terasa "berat", "dingin", atau penuh konflik, atau saat meditasi intens. Posisi, Berdiri tegak, angkat kedua tangan ke atas (membentuk huruf V) dengan telapak tangan menghadap ke langit. Ini adalah posisi antena spiritual. Fokus, Visualisasikan sebuah pusaran api merah muda raksasa yang turun dari langit menuju tempat Anda berdiri.

3. Langkah-Langkah Praktis 

Koneksi Langit: Tataplah ke atas (atau pejamkan mata dan lihat ke atas batin). Bayangkan sebuah matahari berwarna merah muda yang benderang di angkasa tertinggi. Pemanggilan Aktif, Ucapkan perintah pemanggilan dengan suara yang mantap dan bergetar (vibrasi). Visualisasi Penurunan: Lihatlah kilat-kilat cahaya pink menyambar turun dan menyentuh ujung jari-jari tangan Anda, mengalir masuk ke seluruh sistem saraf hingga ke dalam bumi (grounding). Transmutasi Ruang: Bayangkan api ini menyebar dari kaki Anda ke seluruh ruangan, mengubah atmosfer menjadi hangat, manis, dan sakral. Lihatlah setiap sudut ruangan berpendar dengan cahaya mawar. Penyatuan, Turunkan tangan Anda perlahan dan silangkan di depan dada. Rasakan energi kosmis tersebut kini telah "berlabuh" di dalam diri Anda.

4. Deklarasi Invokasi 

Ucapkan dengan otoritas penuh, "Atas nama Keberadaan ku yang Agung, ku panggil Api Cinta Ilahi dari pusat semesta! Turunlah sekarang! Bakarlah segala ketidakharmonisan, larutkan segala kebencian, dan penuhilah ruang ini dengan frekuensi kasih yang tak terkalahkan. Aku adalah saluran bagi Api Cinta Ilahi yang murni!"

5. Penutup & Refleksi

Setelah melakukan teknik ini, Anda mungkin akan merasakan aliran listrik halus atau merinding di seluruh tubuh. Itu adalah tanda bahwa tubuh energi Anda sedang menyesuaikan diri dengan tegangan tinggi dari Cinta Ilahi. Ruangan yang tadinya terasa tegang biasanya akan mendadak terasa lebih tenang dan nyaman. Luar biasa energinya,



Meditasi Surya Majapahit


Chakra Hara (Inti energi dan kursi energi api)

Chakra Hara/Mengmain  terletak di bawah pusar 2cm kedalam perut yg berguna untuk menyimpan energi dan kursi energi api ada di Hara. Seorang pejuang spritual merangkul api untuk gairah.

Berrfungsi juga sebagai pompa bensin di tulang belakang. Ini mengontrol dan memberi energi pada ginjal dan kelenjar adrenalin.

TEHNIK CLEANSING & GROUNDING

Saluran Berkah Cinta Kasih Langit Dan Bumi

Teknik Cleansing adalah Untuk memohon berkat kepada Tuhan, Para Leluhur dan Guru Suci untuk Berkah, Penyembuhan, serta membersihkan energi negatif dan sumbatan-sumbatan pada nadi/jalur tubuh fisik maupun etherik.

Tujuan teknik Grounding adalah

1. Untuk memberikan keseimbangan energi berlebih serta menciptakan keterhubungan dengan menyerap energi Bumi.

2. Jika dilakukan secara rutin dapat membantu untuk membersihkan dan mengaktifkan chakra-chakra, serta dapat bermanfaat bagi kesehatan, rejeki dan perlindungan.

Berikut ini tahapannya :

1. Persiapkan diri berdiri atau duduk dalam posisi tulang punggung lurus. 

2. Relaksasi.

3. Berdoa masing-masing Mohon berkah dan bimbingan dari Allah/ Guru Silsilah/ Para Leluhur 

4. Lakukan visualisasi untuk Cleansing : 

Bayangkan diatas kepala terdapat Cahaya Putih Terang sebagai simbol kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberkati dan membersihkan masuk melalui Chakra Mahkota, turun ke Mata Ketiga (seluruh bagian otak, kepala belakang, tengah, depan, seluruh wajah), ke Chakra Tenggorokan, Chakra Jantung (seluruh organ dada), Chakra Solar Plexus, Chakra Limpa, Chakra Pusar (seluruh organ perut), Chakra Seks, sampai ke Chakra Dasar.

5. Lakukan visualisasi untuk Grounding : 

Dari Chakra Dasar 

Bayangkan dan rasakan Cahaya Putih Terang tadi, bawa turun dg membayangkan kita turun dari atas gedung dg 10 mundur dan bayangkan sampai ke dasar inti Bumi, berikan Cinta Kasih kepada Bumi, hening sejenak, rasakan sampai Bumi membalas dengan cahaya berwarna Hijau Kebiruan, masuk melalui Chakra Dasar, 

rasakan chakra dasar di bersihkan dibuka diaktifkan diderbesar, lihat chakra dasar membesar berputar mencorong kemerahan dengan diameter 60cm lalu mulai naik ke chakra-chakra diatasnya melalui tulang punggung, sampai tembus memancar di atas kepala, kemudian melingkupi seluruh tubuh membentuk elips/oval (mengisi cakra2) Kemudian lakukan afirmasi/penegasan berdoa 

“Untuk Kesehatan, Rejeki dan Perlindungan”.

6. Padukan kedua arus dari atas dan dari bawah, bertemu di Chakra Jantung (Dada), Rasakan Cinta memancar dari dada ke seluruh tubuh, memenuhi seluruh tubuh meluap lalu memancar ke seluruh alam semesta. Berikan Belas Kasih ke seluruh alam semesta kepada semua makhluk dan Bumi

Arus dari atas adalah untuk memohon Berkat dan dari bawah untuk menarik Energi Bumi. Dan Kita menjadi saluran Berkah Cinta Kasih Langit dan Bumi.

Untuk solar plexus, anahata, Pineal  bisa untuk meditasi jalur hara (meditasi Surya Majapahit)

Cleansing dan Grounding Jalur Anahata

Saluran Berkah Cinta Kasih Langit Dan Bumi Jalur Anahata

Teknik Cleansing adalah untuk memohon berkat kepada Tuhan , Para Leluhur dan Guru Suci untuk Berkah, Penyembuhan, serta membersihkan energi negatif dan sumbatan-sumbatan pada nadi/jalur tubuh fisik maupun etherik.

Teknik Grounding adalah untuk memberikan keseimbangan energi berlebih serta menciptakan keterhubungan dengan menyerap energi Bumi.

Kedua teknik ini jika dilakukan secara rutin dapat membantu untuk membersihkan dan mengaktifkan chakra-chakra, serta dapat bermanfaat bagi kesehatan, rejeki dan perlindungan.

Berikut ini tahapannya :

1. Persiapkan diri berdiri atau duduk dalam posisi tulang punggung lurus. 

2. Relaksasi.

3. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Mohon berkat dan bimbingan dari Tuhan/ Para Leluhur / Guru Suci.

4. Lakukan visualisasi untuk Cleansing : 

Bayangkan diatas kepala terdapat Cahaya Putih Terang sebagai simbol kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberkati dan membersihkan masuk melalui Chakra Mahkota, turun ke Mata Ketiga (seluruh bagian otak, kepala belakang, tengah, depan, seluruh wajah), ke Chakra Tenggorokan, Chakra Jantung (seluruh organ dada), Chakra Solar Plexus, Chakra Limpa, Chakra Pusar (seluruh organ perut), Chakra Seks, sampai ke Chakra Dasar.

5. Lakukan visualisasi utk Grounding : 

Dari Chakra Dasar, bayangkan dan rasakan Cahaya Putih Terang tadi, bawa turun sampai ke dasar inti Bumi, berikan Cinta Kasih kepada Bumi(hening sejenak). Kemudian rasakan sampai Bumi membalas dengan cahaya berwarna Hijau Kebiruan, masuk melalui Chakra Dasar, rasakan chakra dasar di bersihkan di buka di aktifkan di perbesar. Lihat chakra dasar membesar berputar mencorong kemerahan dengan diameter 60 cm, lalu mulai naik ke chakra-chakra diatasnya melalui tulang punggung, sampai tembus memancar di atas kepala, kemudian melingkupi seluruh tubuh membentuk elips. Kemudian lakukan afirmasi, “Untuk Kesehatan, Rejeki dan Perlindungan”.

6. Padukan kedua arus dari atas dan dari bawah, bertemu di Chakra Jantung (Dada), Rasakan Cinta memancar dari dada ke seluruh tubuh, memenuhi seluruh tubuh meluap lalu memancar ke seluruh alam semesta. Berikan Belas Kasih ke seluruh alam semesta kepada semua makhluk dan Bumi. 

Arus dari atas adalah untuk memohon Berkat dan dari bawah untuk menarik Energi Bumi. Dan Kita menjadi saluran Berkah Cinta Kasih Langit dan Bumi.

Grounding menghasilkan Listrik

Bagaimana tubuh anda menghasilkan listrik

Tubuh Anda mampu menghasilkan listrik, dan kemampuan ini sebenarnya merupakan bagian penting dari pencapaian kesehatan Anda.

Listrik memungkinkan sistem saraf Anda mengirim sinyal ke otak Anda. Sinyal-sinyal ini sebenarnya adalah muatan listrik yang dikirimkan dari sel ke sel, memungkinkan komunikasi yang hampir seketika.

Pesan yang dilakukan melalui sinyal listrik di tubuh Anda bertanggung jawab untuk mengendalikan ritme detak jantung Anda, pergerakan darah di sekitar tubuh Anda, dan banyak lagi.

Jam biologis Anda bahkan menggunakan aktivitas listrik untuk membantu menjaga ritme sirkadian Anda tetap teratur. Anda, cukup sederhana, adalah makhluk listrik. Jika aktivitas listrik berhenti di tubuh Anda, Anda tidak dapat bertahan hidup.

Di dalam tubuh Anda ada atom yang terdiri dari proton bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, dan neutron (yang netral). Sebuah atom dengan muatan yang tidak seimbang akan menjadi bermuatan positif atau negatif, dan peralihan dari satu muatan ke muatan lainnya memungkinkan elektron mengalir dari satu atom ke atom lainnya. Inilah yang disebut dengan listrik. Sel Anda menghasilkan muatan listrik melalui elektrolit seperti natrium dan kalium menggunakan mekanisme yang dikenal sebagai "gerbang natrium-kalium."

Tubuh Anda Dapat Menyerap Elektron Bebas dari Bumi

Bumi membawa muatan negatif yang sangat besar. Itu selalu kaya elektron dan dapat berfungsi sebagai pasokan antioksidan dan elektron penghilang radikal bebas yang kuat dan berlimpah. Tubuh Anda disetel dengan baik untuk "bekerja" dengan Bumi dalam arti bahwa ada aliran energi yang konstan antara tubuh Anda dan Bumi. Ketika Anda meletakkan kaki Anda di tanah, Anda menyerap sejumlah besar elektron negatif melalui telapak kaki Anda. Efeknya cukup untuk menjaga tubuh Anda pada potensial listrik bermuatan negatif yang sama dengan Bumi. Proses sederhana ini disebut "pembumian" , dan efeknya adalah salah satu antioksidan paling kuat yang kita ketahui.

Grounding telah terbukti mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kesejahteraan, dan banyak lagi.

Namun, ketika Anda mengenakan sepatu bersol karet atau plastik, Anda secara efektif melindungi diri Anda dari arus masuk elektron yang bermanfaat ini dari Bumi.

Mengapa Sangat Penting untuk Tetap Membumi

Efek antioksidan kuat Grounding membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh Anda, manfaat yang berpotensi menyelamatkan jiwa karena peradangan adalah akar dari sebagian besar penyakit, termasuk penyakit jantung. Menurut Dr. Stephen Sinatra , seorang ahli jantung terkemuka, peradangan tumbuh subur ketika darah Anda kental dan Anda memiliki banyak stres radikal bebas, dan banyak muatan positif dalam tubuh Anda. 

Grounding secara efektif mengurangi peradangan karena mengencerkan darah Anda dan memberi Anda ion bermuatan negatif melalui telapak kaki Anda.

Grounding membantu mengencerkan darah Anda dengan meningkatkan potensi zeta, yang berarti meningkatkan energi di antara sel-sel darah merah Anda. 

Penelitian telah menunjukkan dibutuhkan sekitar 80 menit untuk elektron bebas dari bumi untuk mencapai aliran darah Anda dan mengubah darah Anda.

Darah yang hiperkoagulasi (tebal, bergerak lambat) berkontribusi pada peradangan kronis, karena ketika darah Anda tidak mengalir dengan baik, oksigen tidak bisa sampai ke jaringan Anda. Efek grounding pada pengenceran darah begitu mendalam sehingga jika Anda menggunakan pengencer darah, Anda harus bekerja dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk menurunkan dosis Anda jika tidak, Anda mungkin overdosis obat.

Menariknya, penelitian grounding sekarang telah menemukan bahwa jika Anda meletakkan kaki Anda di tanah setelah cedera (atau di atas seprai yang diarde, atau meletakkan tambalan grounding pada bola kaki Anda), elektron akan bermigrasi ke tubuh Anda dan menyebar melalui jaringan Anda.

Kerusakan yang tidak dimaksudkan untuk terjadi tetapi terjadi karena kita telah memutuskan hubungan kita dengan Bumi dengan meletakkan karet dan plastik di bagian bawah sepatu kita."

Stres radikal bebas dari paparan polusi, rokok, insektisida, pestisida, lemak trans, dan radiasi, hanya untuk beberapa nama, terus menguras elektron tubuh Anda.

Cukup dengan keluar, bertelanjang kaki, menyentuh Bumi, dan membiarkan kelebihan muatan di tubuh Anda mengalir ke Bumi, Anda dapat mengurangi beberapa tekanan yang terus-menerus terjadi pada sistem Anda.

Berjalan tanpa alas kaki dapat membantu memperbaiki serangan konstan medan elektromagnetik dan jenis radiasi lainnya dari ponsel, komputer, dan Wi-Fi. Diperkirakan juga bahwa grounding sebenarnya memfasilitasi pembentukan air terstruktur di tubuh Anda. Selain itu, grounding juga menenangkan sistem saraf simpatik Anda, yang mendukung variabilitas detak jantung Anda. Dan, ketika Anda mendukung variabilitas detak jantung, ini meningkatkan homeostasis, atau keseimbangan, dalam sistem saraf otonom Anda.

Ini penting karena setiap kali Anda meningkatkan variabilitas detak jantung Anda, Anda memperbaiki seluruh tubuh Anda dan semua fungsinya.

Bagaimana Menghubungkan Kembali dengan Muatan Listrik Bumi

Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktu bangun mereka dengan memakai sepatu dengan sol karet atau plastik.

Bahan-bahan ini adalah isolator yang sangat efektif, itulah sebabnya mereka digunakan untuk mengisolasi kabel listrik. 

Namun, mereka juga secara efektif memutuskan Anda dari aliran elektron alami Bumi.

Mengenakan sepatu bersol kulit akan memungkinkan Anda untuk tetap membumi dengan bumi, seperti halnya berjalan tanpa alas kaki, tetapi Anda harus melakukannya di permukaan yang tepat.

Permukaan membumi untuk grounding yang baik meliputi :

Pasir pantai

Rumput (sebaiknya lembab)

Tanah gundul

Beton dan bata (asalkan tidak dicat atau disegel)

Ubin keramik

Permukaan berikut TIDAK akan membumi Anda:

Aspal

Kayu

Karet dan plastik

Vinil

Seperti disebutkan, cukup melepas sepatu Anda sebanyak yang Anda bisa saat berada di luar ruangan akan membantu Anda memanfaatkan peluang grounding alami. 

Saat berada di dalam ruangan, menggunakan alas atau lembaran pembumian adalah cara terbaik untuk tetap membumi saat Anda bekerja atau tidur.

Grounding dengan duduk dan berdiri


Grounding adalah terhubung ke langit dan bumi yang memastikan seseorang praktisi reiki menerima cukup energi dari langit dan bumi secara seimbang. Grounding juga memberikan perlindungan tubuh di mana setiap kali energi negatif masuk tubuh maka saat meditasi grounding energi negatif lalu disalurkan ke dalam bumi.

Dengan grounding tubuh akan terhubung dengan cahaya langit dan bumi. Energi bumi sangat bagus untuk Materialisasi reiki.

Grounding sebaiknya dilatih sesering mungkin dengan harapan tubuh ini akan terhubung dengan bumi dan langit, sehingga kesehatan prima seseorang akan tetap terjaga dan energi penyakit (negatif) setiap kali masuk tubuh secara otomatis akan disalurkan seketika ke dalam bumi.

Kita dapat melakukan grounding dengan posisi berdiri atau duduk di kursi, lalu mata terpejam dan bayangkanlah Cahaya Putih ( atau kuning emas ) terang benderang turun dari langit memasuki chakra mahkota dan membuat chakra mahkota membuka dengan lebar seperti bunga teratai dan bercahaya sangat terang sekali. Lalu cahaya tadi menembus chakra mahkota di bagian intinya (tengahnya) dan pelan-pelan cahaya memasuki kepala. Kalau Anda tidak bisa membayangkan cahaya tadi cukup “niatkan saja” dalam hati.

Semakin banyak cahaya memasuki kepala lalu memenuhi seluruh isi kepala dan mulai mendorong chakra mata ketiga dari dalam, mengakibatkan chakra mata ketiga mekar sepenuhnya dan berputar secara cepat. Cahaya terus memenuhi kepala dan membersihkan isi kepala secara tuntas dan membuang energi negatif di dalam kepala ini keluar melewati chakra mata ketiga.

Cahaya mulai turun memenuhi tenggorokan, mendorong chakra tenggorokan menjadi mekar sepenuhnya sambil membuang energi penyakit di bagian tenggorokan keluar melewati chakra tenggorokan. Cahaya yang telah memenuhi kepala dan tenggorokan turun ke rongga dada memenuhi seluruh isi rongga dada dan mendorong chakra jantung menjadi mekar sepenuhnya. Segala energi penyakit yang menempel di organ dalam dada disapu bersih dan dikeluarkan melelalui chakra jantung.

Sambil terus membersihkan energi penyakit di bagian kepala, tenggorokan dan dada, cahaya mulai turun memasuki bagian isi perut membuat chakra pusar, chakra sex dan chakra dasar mekar sepenuhnya. Seluruh energi penyakit di bagian organ dalam isi perut dibuang keluar melalui ketiga chakra ini. Sambil membuang energi penyakit ketiga chakra ini berputar kencang sekali sehingga energi penyakit dikeluarkan seluruhnya di bagian rongga perut ini.

Bagi praktisi reiki yang melakukan grounding sambil duduk di kursi,  visualkan cahaya mulai turun ke kaki dan membersihkan seluruh sel-sel dan peredaran darah di kedua kaki.  Selanjutnya energi penyakit di kedua kaki dibuang keluar melewati chakra telapak kaki kanan dan kiri mulai memasuki bumi tanpa merugikan mahkluk apa pun yang ada di dalam bumi. Bagi praktisi yang melakukan grounding sambil duduk bersila meniatkan membuang seluruh energi penyakit di kedua kaki keluar memasuki bumi melewati chakra dasar yang ada di ujung tulang ekor.

Menerima cahaya dan cinta kasih dari langit lewat medium praktisi reiki, bumi mengeluarkan cahaya berwarna hijau keluar dari inti bumi naik memasuki tubuh. Lalu sambil masih merasakan getaran energi bumi pelan-pelan afirmasikan ke dalam alam bawah sadar Anda agar tubuh selalu setiap saat terhubung cahaya langit dan bumi dan menarik kedua cahaya ini untuk: Kesehatan,Rejeki,dan Perlindungan. Pelan-pelan lalu buka mata dan ucapkan syukur kepada Ilahi atas rahmat dan berkat-Nya.

Jalur menuju Pencerahan

Menjelajahi asal usul istilah yoga yang umum dalam bahasa Sansekerta dapat memberi kita wawasan penting tentang praktik yoga kita. Kata asana, misalnya, berasal dari akar kata bahasa Sansekerta , yaitu "duduk," dan makna utama asana adalah "postur duduk atau meditasi." Ini memberi kita petunjuk penting untuk memahami tujuan praktik: praktik asana mengarah pada postur duduk yang mantap dan nyaman.

Beberapa istilah memerlukan sedikit penjelajahan lebih dalam sebelum mereka mengungkap rahasianya. Kata Sansekerta untuk "ketiadaan nafsu", misalnya, adalah vairagya. Ketika kata ini diurai, ia menghasilkan "tanpa" (vai) "warna" (raga). Apa hubungannya? Pikiran yang tidak nafsu adalah pikiran yang tidak diwarnai oleh suka dan tidak suka.

Istilah yang sangat menarik digunakan untuk menggambarkan energi yang mengalir di inti tulang belakang. Salurannya dikatakan sebagai jalur menuju pencerahan, lorong yang dilalui energi yang terbangun dalam perjalanannya menuju cakra mahkota. Nama lorong ini adalah sushumna , sebuah nama dengan asal usul yang menarik.

Cara menumbuhkan pikiran yang bahagia

Kata sushumna dapat dibagi menjadi tiga bagian, meskipun bagi penutur bahasa Inggris kata-kata tersebut hampir tidak tampak bermakna. Pembagiannya adalah: su-su-mna. "Tunggu sebentar," Anda mungkin berkata, "ejaan su kedua berubah, dan mna juga tampak agak aneh." Ya, Anda benar. Su adalah awalan yang sering berubah menjadi shu. Kata ini berarti "baik, cantik, berbudi luhur, manis, dan baik" (dan ditemukan dalam kata bahasa Inggris "sugar"). Mna adalah akar kata kerja yang jarang digunakan dengan arti yang sama dengan bentuk akarnya yang lebih umum, man, yang berarti "berpikir."

Namun, para ahli yoga memberi kita makna yang lebih dalam. Mereka menjelaskan bahwa sushumna sebenarnya berarti sukha-mana —yaitu, pikiran ( mana ) yang gembira ( sukha ). Dalam kata majemuk baru ini, kata pertama, sukha, yang biasanya diterjemahkan sebagai bahagia atau gembira, juga mengandung awalan su —kali ini ditambahkan ke kata benda pendek kha. Dan di antara banyak definisi untuk kha (yang umumnya terkait dengan konsep ruang) adalah makna "ruang di tengah roda." Implikasi dari sukha , kemudian, adalah bahwa di tengah roda mana pun terdapat tempat keseimbangan dan ketenangan. Dengan demikian, sukha dapat berarti "berpusat dengan baik, berjalan lancar," atau lebih umum, "bahagia, gembira."

Sushumna sebenarnya berarti sukha-mana—yaitu, pikiran (mana) yang gembira (sukha).

Seperti yang akan kita lihat, salah satu persiapan pranayama terakhir yang mengarah pada konsentrasi meditatif adalah praktik membangun pikiran yang gembira. Untuk melakukan ini, Anda harus belajar mengarahkan perhatian ke ujung atas aliran sushumna, ke energi yang mengalir di tengah lubang hidung. Dan saat Anda melakukannya, pikiran Anda secara alami akan beralih ke dalam dan menjadi tenang. Belajar memusatkan perhatian dengan cara ini adalah soal latihan. Mari kita bahas dasar-dasarnya.

Dominasi lubang hidung

Teks yoga seperti Shiva Svarodaya telah mengamati bahwa aliran udara melalui kedua lubang hidung jarang sama. Jika Anda memeriksa pernapasan Anda sendiri sekarang, Anda mungkin akan menemukan bahwa satu lubang hidung lebih terbuka daripada yang lain. Dalam yoga, lubang hidung dengan aliran udara yang lebih besar disebut lubang hidung yang "aktif" atau dominan; lubang hidung lainnya disebut "pasif."

Anda dapat lebih memahami hal ini dengan mengembuskan napas ke cermin yang dipegang secara horizontal tepat di bawah hidung. Udara yang dihembuskan dari setiap lubang hidung akan membentuk pola kelembapan pada permukaan cermin, dan perbedaan ukuran antara kedua sisi pola tersebut membuat perbedaan dominasi lubang hidung terlihat jelas. Selain itu, membandingkan waktu penguapan pada setiap sisi pola akan memberikan perkiraan rasio aktivitas lubang hidung. Misalnya, jika pola kelembapan di sisi kiri menguap dalam 30 detik sementara pola di sisi kanan hanya berlangsung selama 15 detik, maka lubang hidung kiri Anda sekitar dua kali lebih aktif daripada lubang hidung kanan.

Menurut buku panduan yoga kuno, perbedaan dalam aktivitas lubang hidung adalah hal yang wajar—dominasi lubang hidung, pada kenyataannya, berganti-ganti kira-kira setiap 60 menit. Ini adalah yang ideal, tetapi kebanyakan dari kita menemukan bahwa satu lubang hidung mungkin tetap aktif untuk jangka waktu yang lebih lama, atau bahwa pergantian teratur dalam dominasi lubang hidung jarang terjadi. Ketidakteraturan seperti itu dapat memiliki efek halus pada suasana hati dan tingkat aktivitas kita.

Energi berputar

Para yogi menyatakan bahwa lubang hidung berfungsi seperti alat pengukur pada dasbor mobil. Untuk mengetahui suhu mesin mobil, misalnya, tidak perlu membuka kap mobil. Alat pengukur suhu menunjukkan kepada kita apakah mesin beroperasi dalam kisaran normal atau tidak. Demikian pula, lubang hidung memberikan informasi tentang status energi yang memberi daya pada tubuh dan pikiran.

Setiap manusia merupakan campuran dari dua energi primer. Tidak peduli apa pun jenis kelamin fisiknya, lubang hidung kiri dikaitkan dengan energi ke dalam, energi pengasuhan, yang bersifat feminin. Energi di lubang hidung kiri bersifat mendinginkan seperti bulan; ia dikaitkan dengan kekuatan laten kesadaran, Shakti, dan dengan nutrisi dan pengisian ulang. Lubang hidung kanan dikaitkan dengan kekuatan yang bergerak keluar, yang bersifat maskulin. Energi di lubang hidung kanan bersifat menghangatkan seperti matahari; ia dikaitkan dengan aspek dinamis kesadaran, Siwa , dan dengan pertumbuhan dan perluasan. Cara berpikir dominan yang dikaitkan dengan lubang hidung kiri bersifat intuitif dan introspektif, sementara berpikir yang dikaitkan dengan lubang hidung kanan bersifat rasional dan logis.

Domain dari dua mode utama energi manusia ini meluas ke dunia aktivitas. Misalnya, menggali tanah, minum obat, menanam kebun, mengunjungi kuil, memasuki rumah, berinvestasi dengan aman, tampil artistik, atau membaca mantra adalah semua aktivitas yang akan berhasil jika lubang hidung kiri dominan. Berolahraga, mengendalikan mobil, meresepkan obat, menciptakan nafsu makan yang baik, melakukan tugas yang menuntut fisik, berdebat, menginspirasi orang lain, tidur (dihangatkan oleh api batin), dan melakukan tindakan sulit atau kasar adalah semua aktivitas yang kemungkinan besar akan berhasil jika lubang hidung kanan aktif.

Seperti roda yang berputar, energi yang terkait dengan kedua lubang hidung secara bergantian mendominasi, tetapi selama momen transisi, keduanya tampak hampir sama. Meski singkat, momen-momen ini memberi kita sekilas keseimbangan sebelum energi kembali beraksi. Dan saat mereka berinteraksi, mereka mewarnai setiap persepsi kita.

Tenang di tengah badai

Latihan meditasi akan meningkat jika aliran darah dari kedua lubang hidung mulai mengalir secara seimbang.

Seperti mata badai, sushumna, saluran energi yang mengalir di inti tulang belakang dan memanjang dari pangkal tulang belakang ke pusat alis (dengan perpanjangan ke pangkal lubang hidung), dikatakan tidak terpengaruh oleh energi kuat yang berputar di sekitarnya. Sushumna adalah pusat roda kehidupan. Selama meditasi, pikiran beristirahat dari aktivitas luarnya dan secara alami tertarik ke saluran energi pusat ini, dan ketika itu, kedua lubang hidung mungkin mulai mengalir secara merata, menjadi seimbang. Dan ketika perhatian tertambat dengan baik pada aliran energi yang seimbang itu, pengalaman kegembiraan yang mendalam menerangi pikiran.

Keadaan energi yang seimbang ini sangat cocok untuk eksplorasi batin, tetapi tidak berguna untuk aktivitas duniawi. Ketika kegembiraan merasuki pikiran, minat terhadap pencapaian duniawi berkurang. Pada saat itu, Anda secara alami akan menjadi lebih tenang dan tidak memihak, dan hal-hal duniawi yang mendesak tampak kurang mengesankan jika dilihat dari perspektif ini. Pikiran beristirahat dalam kegembiraannya sendiri, yang mandiri dan berseri-seri dengan sendirinya. Pikiran tidak bergantung pada keberhasilan atau kegagalan duniawi.

Namun, setelah berlatih meditasi, perhatian kembali tertuju ke luar dan minat aktif terhadap urusan duniawi dipulihkan, sering kali dengan lebih antusias daripada sebelumnya. Namun pesona pengalaman meditasi terus menciptakan suasana kebahagiaan dan kepuasan yang halus, seperti kegembiraan karena menyaksikan matahari terbit atau terbenam yang indah. Meskipun penyebab pasti kegembiraan batin sulit untuk ditentukan, ingatan akan hal itu menanamkan kesadaran dengan keyakinan, optimisme, dan keceriaan.

Membangun sushumna

Kita telah melihat bahwa variasi dalam dominasi lubang hidung diharapkan dan diterima dalam kehidupan sehari-hari, tetapi praktik meditasi ditingkatkan ketika kedua lubang hidung mulai mengalir secara seimbang. Kita dapat membantu hal ini terjadi dengan berkonsentrasi pada aliran energi yang mengalir di hidung. Para ahli menyebut proses ini sebagai "membangun sushumna", dan ketika proses ini, perhatian bergerak ke dalam sepanjang saluran pusat yang mengarah dari pangkal hidung ke pusat di antara kedua alis, dan konsentrasi pun meningkat.

Idealnya, ketika sushumna terbentuk, kedua lubang hidung akan mengikuti arahan pikiran, dan mulai mengalir secara merata, tetapi hal ini sering kali sulit dicapai dalam praktik. Satu lubang hidung mungkin terasa tersumbat dan tidak mau terbuka. Lubang hidung lainnya mungkin terbuka tanpa ada tanda-tanda akan mengurangi aktivitasnya. Apakah ini berarti bahwa praktik kita pasti akan gagal? Ada baiknya untuk diingat bahwa pembentukan sushumna berkaitan dengan kemampuan untuk tetap fokus pada sensasi napas seperti halnya perubahan nyata dalam dominasi lubang hidung. Ketika perhatian terpusat dengan kuat pada aliran energi sentral di sepanjang pangkal hidung, meditasi secara alami akan semakin dalam. Akan sangat membantu jika kedua lubang hidung mengalir secara merata, tetapi tindakan memfokuskan perhatian adalah unsur utama dari praktik ini.

Latihan Sushumna untuk Pemula

Duduk tegak dengan mata tertutup, sesuaikan postur tubuh Anda sehingga Anda merasa nyaman dan mantap. Bernapaslah secara diafragma, rasakan sisi-sisi tulang rusuk bagian bawah mengembang dan mengerut setiap kali bernapas. Perut Anda rileks dan juga bergerak secara alami mengikuti napas. Rilekskan tubuh Anda secara sistematis, dan bernapaslah 5–10 kali seolah-olah seluruh tubuh Anda bernapas—rasakan sensasi pembersihan dan nutrisi dari setiap napas.

Sekarang, arahkan perhatian Anda pada sentuhan napas di lubang hidung yang aktif. Fokuslah pada napas seolah-olah napas hanya mengalir melalui sisi yang aktif. Pertahankan perhatian Anda di sana hingga menjadi stabil dan Anda dapat merasakan napas tanpa gangguan. Biarkan pikiran Anda datang dan pergi, tanpa memberinya energi atau perhatian. Pertahankan fokus Anda pada napas di lubang hidung yang aktif, biarkan sistem saraf Anda rileks.

Selanjutnya, arahkan perhatian Anda pada napas di lubang hidung pasif. Sekali lagi rasakan aliran napas hingga Anda dapat mempertahankan fokus tanpa gangguan. Tetaplah di sini lebih lama daripada di sisi aktif. Dengan mempertahankan fokus, lubang hidung dapat terbuka.

Terakhir, gabungkan kedua aliran ini menjadi satu aliran sentral. Tarik napas, bernapaslah seolah-olah napas mengalir dari pangkal lubang hidung ke dalam hingga ke titik di antara kedua alis ( cakra ajna ). Buang napas, biarkan napas seolah-olah mengalir dari cakra ajna, kembali ke pangkal lubang hidung. Bernapaslah maju mundur di sepanjang aliran sentral ini sembari Anda secara bertahap menenangkan pikiran. Ini adalah pengantar untuk praktik membangun pernapasan sushumna.

Duduklah selama yang Anda suka, secara bertahap pusatkan perhatian Anda pada napas dan suara, sambil merelaksasikan tubuh, napas, dan pikiran Anda.

Untuk melanjutkan, biarkan suara napas mengalir dengan setiap hembusan dan tarikan napas dengan mengulang mantra so'ham secara mental. Tarik napas "so," dan hembuskan "ham" (diucapkan "hum"). Dengarkan saja suara itu dalam pikiran Anda, saat Anda merasakan napas mengalir di sepanjang aliran pusat ini. Duduklah selama yang Anda suka, secara bertahap pusatkan perhatian Anda pada napas dan suara, sambil merelaksasikan tubuh, napas, dan pikiran Anda.

Manfaat Mendirikan Sushumna

Para ahli telah menjelaskan bahwa napas adalah sarana untuk memperdalam konsentrasi, dan alat penting untuk mengungkap ketenangan batin. Sebuah teknik yang dapat memiliki efek yang luas adalah dengan membangun pernapasan sushumna. Dalam praktik ini, dua mode energi besar dalam tubuh/pikiran dikoordinasikan, dan perhatian difokuskan pada aliran energi pusat. Dengan mempertahankan kesadaran pada aliran pusat ini, sebuah proses transformasi yang tenang dimulai. Jika Anda telah mencari cara untuk mengalihkan perhatian Anda ke dalam dengan lebih mudah, lihat apakah ini mungkin bukan praktik yang Anda cari.


Bernapas Secara Sadar

 

Hosh dar dam

Hosh berarti "pikir". Dar berarti "dalam". Dam berarti "napas". Artinya, menurut Abdul Khaliq al-Ghujdawani bahwa :

"pencari/pejalan/murid yang bijak harus melindungi napasnya terhadap kealpaan/kesembronoan, menarik dan menghembuskan, dengan itu selalu menjaga kalbunya berada dalam Hadhirat Allah; dan dia harus menghidup kan napasnya dengan pengabdian dan penghambaan dan mempersembahkan pengabdian itu kepada Tuhannya penuh dengan kehidupan / kegairahan, karena setiap tarikan dan hembusan napas dengan demikian (Hadhirat) itu adalah hidup dan menyambung dengan Hadhirat Ilahi. 

Setiap tarikan dan hembusan napas dengan kealpaan/kecerobohan adalah mati, terputus hubungan dengan Hadhirat Ilahi."

Ubaidullah al-Ahrar mengatakan, "Missi paling penting dalam Thariqat ini adalah untuk melindungi napasnya, dan dia yang tak dapat menjaga napasnya, baginya akan dikatakan, ‘dia telah kehilangan dirinya.''

Shah Naqshband mengatakan, "Thariqat ini dibangun atas dasar napas. Sehingga adalah suatu keharusan bagi semuanya untuk menjaga napasnya pada waktu menarik dan menghem buskan dan selanjutnya, untuk menjaga napasnya dalam interval antara menarik dan menghembuskan napas."

Shaikh Abul Janab Najmuddin al-Kubra mengatakan dalam bukunya, Fawatih al-Jamal, "Dhikr mengalir dalam diri setiap makhluq hidup dengan keharusan napasnya – meskipun tanpa niat – sebagai suatu tanpa ketundukan, yang adalah bagian dari penciptaannya. Melalui napasnya, bunyi huruf "Ha" dari asmaul husna Allah dibuat dalam setiap penghembusan dan penarikan dan itu adalah tanda dari Essensi Tak-Nampak sedang mengungkapkan penekanan Ke-Unik-an Allah. Jadi sangatlah penting untuk selalu “hadir” dengan napas itu, agar supaya menyadari (merasakan) Essensi dari Al Khaliqu."

Nama 'Allah' yang melingkupi sembilan puluh sembilan asma ul-husna terdiri dari empat huruf : Alif, Lam, Lam dan Hah (ALLAH). Pengikut Sufi mengatakan bahwa Dzat Allah Azza Wa Jalla yang gaib sempurna dinyatakan dengan huruf terakhir, "Ha" itu. 

Huruf ini mewakili Dia Yang Maha gaib Sempurna (Ghayb al-Huwiyya al-Mutlaqa lillah 'azza wa jall). Lam pertama adalah untuk identifikasi (tacrif) dan Lam kedua adalah untuk penekanan (mubalagha).

Memelihara napasmu dari ketidak-pedulian akan menuntunmu kepada Hadhirat Nya secara utuh, dan Hadhirat Utuh akan menuntun engkau kepada Pandangan (Vision) utuh, dan Pandangan (Vision) utuh akan menuntun engkau kepada Manifestasi Utuh sembilan puluh sembilan asma ul husna Allah. 

Allah akan menuntun engkau kepada Manifestasi sembilanpuluh sembilan Asma Nya dan keseluruhan Asma Nya yang lain, karena dikatakan bahwa, "Asma Allah adalah sebanyak napas umat manusia."

Rabbani mengatakan,"Hendaknya diketahui bahwa sang pencari pada awalnya mungkin menggunakan khalwat external untuk mengisolasi dirinya dari orang, beribadah dan konsentrasi kepada Allah, Azza wa Jalla, sampai dia mencapai tahap yang lebih tinggi. 

Pada waktu itu dia akan dianjurkan oleh shaikh-nya, dalam kata-kata Sayyid al-Kharraz

Kesempurnaan bukan pada peragaan kekuatan karomah, tetapi kesempurnaan adalah duduk bersama orang (banyak), menjual dan membeli, menikah dan mempunyai anak; namun tak pernah meninggalkan kehadiran Allah bahkan sekejap pun.''




Kesadaran Sejati

Dari sadar napas menuju sadar yang bernafas 

Spiritualis pemula biasanya mengamati napas. Itu tahap yang sangat baik. Napas masuk, napas keluar. Panjang, pendek. Halus, kasar. Fokus masih pada objek. Masih ada “aku” sebagai pengamat dan napas sebagai yang diamati. Masih ada dualitas halus: subjek dan objek.

Namun ketika kesadaran semakin matang, terjadi pergeseran. Bukan lagi sekadar sadar napas, tetapi sadar yang bernafas. Perhatian tidak lagi berhenti pada gerakan udara, tetapi kembali kepada sumber kehidupan itu sendiri.

Tubuh bernafas dengan sendirinya. Jantung berdetak dengan sendirinya. Darah mengalir dengan sendirinya.

Siapa yang menggerakkan semua ini?

Di sinilah mulai tersingkap bahwa “yang bernafas” itu bukan ego pribadi. Bukan aku kecil. Yang menghidupi tubuh ini adalah kekuatan yang lebih besar. Dan ketika disadari secara langsung, yang bernafas itu adalah Tuhan itu sendiri.

Bukan Tuhan sebagai konsep. Bukan Tuhan sebagai bayangan pikiran. Tetapi Tuhan sebagai realitas yang sedang menghidupi saat ini.

Kemarin ada yang berkomentar bahwa tidak mungkin kita menyadari Tuhan. Katanya itu omong kosong. Katanya kita hanya bisa menyadari pikiran, emosi, dan tubuh.

Pernyataan itu tidak salah — tetapi itu benar pada tahap awal. Itu perspektif kesadaran yang masih berada di level makhluk. Masih sadar pada ciptaan, belum sadar pada sumber.

Ungkapan seperti tafakkaru fi khalqillah wa la tafakkaru fi dzatillah — renungkan ciptaan-Nya dan jangan memikirkan Dzat-Nya — memang tepat bagi pemula. Agar tidak terjebak spekulasi teologis dan permainan pikiran.

Tetapi menjadikan tahap awal sebagai batas akhir adalah kekeliruan. Kalau seseorang berkata tidak mungkin menyadari Tuhan, sebenarnya ia sedang berbicara tentang batas pengalamannya sendiri. Bukan tentang batas realitas.

Pada tahap lanjut, bukan lagi memikirkan Tuhan, bukan lagi membayangkan Tuhan, tetapi menyaksikan bahwa seluruh gerak ini adalah gerak-Nya.

Bernapas terjadi. Hidup terjadi. Kesadaran ada. Dan semuanya bukan milik ego.

Mengapa banyak orang merasa kesadaran itu ilusi? Karena yang mereka sebut kesadaran sebenarnya adalah kondisi mental. Hari ini tenang, besok gelisah. Hari ini merasa menyatu, besok merasa terpisah. Itu bukan kesadaran murni, itu keadaan pikiran yang sedang jernih.

Kesadaran sejati tidak naik turun. Yang naik turun adalah isi di dalamnya.

Pada tahap paripurna, tidak ada lagi usaha untuk sadar. Tidak ada lagi usaha menyelaraskan. Bahkan ketika pikiran kacau pun, ada sesuatu yang tetap mengetahui kekacauan itu. Dan ketika penyaksian semakin dalam, yang mengetahui itu bukan lagi “aku pribadi”, melainkan Tuhan yang menyaksikan melalui diri ini.

Di titik ini, tidak ada lagi jarak antara makhluk dan Khalik dalam pengalaman batin. Bukan berarti menjadi Tuhan, tetapi menyadari bahwa hidup ini sepenuhnya digerakkan oleh-Nya.

Spiritualis pemula mengamati napas. Yang matang menyadari yang bernafas. Yang paripurna menyaksikan bahwa yang bernafas itu adalah Tuhan.

Ini bukan untuk dipaksakan pada pemula. Tidak perlu melompat tahap. Tetapi juga jangan membatasi kemungkinan hanya karena belum mengalaminya.

Sadar pikiran adalah awal. Sadar emosi adalah awal. Sadar tubuh adalah awal. Namun menyaksikan Tuhan yang menghidupi semua ini — itulah kedalaman yang tidak bisa dipahami oleh pikiran, hanya bisa dialami oleh kesadaran yang telah matang.