Pesona Wanita Spiritual

Dalam tradisi Tasawuf, pesona seorang wanita tidak dilihat sekedar sebagai daya tarik visual, melainkan sebagai sebuah realitas spiritual yang mendalam.

Para Sufi melihat dunia sebagai cermin yang memantulkan sifat-sifat Tuhan, dan wanita menempati posisi yang sangat istimewa dalam cermin tersebut.

1. Wanita sebagai Mazhar (Tempat Penampakan) Sifat Jamal - feminim 

Tuhan memiliki dua sifat utama: Jalal (Keagungan/ Maha Perkasa) dan Jamal (Keindahan/Maha Lembut). Pesona wanita spiritual terpancar dari dominasi sifat Jamal dalam dirinya. Kelembutan, kasih sayang, dan keindahan yang dimiliki wanita adalah cara Tuhan memperkenalkan sisi "Keibuan" dan "Cinta Kasih"-Nya kepada dunia. 

Ibnu Arabi, dalam Fushush al-Hikam, bahkan menyatakan bahwa kontemplasi yang paling sempurna terhadap Tuhan adalah melalui wanita.Mengapa? Karena dalam diri wanita, seseorang bisa menyaksikan Tuhan dalam aspek fa'il (subjek yang memberi cinta) dan munfa'il (objek yang menerima cinta) sekaligus.

2. Kecantikan Batin (Al-Husn al-Ma'nawi).

Pesona sejati seorang wanita spiritual menurut tasawuf terletak pada Adab dan Ihsan.

- Ketenangan Jiwa (Mutmainnah) Wajah yang memancarkan kedamaian karena hatinya terus menerus berzikir.

- Ketulusan (Ikhlas) Pesona yang muncul bukan dari keinginan untuk dipuji manusia, melainkan dari pancaran cahaya batin yang jujur.

- Kezuhudan yang Anggun: la tidak terikat pada perhiasan dunia, namun kesederhanaannya justru menciptakan aura kemuliaan yang tidak bisa ditiru oleh kosmetik mana pun.

3. Simbol Cinta Ilahi (Mahabbah).

Dalam puisi-puisi sufi, seperti karya Jalaluddin Rumi, wanita sering menjadi simbol bagi "Sang Kekasih" (Tuhan). Rumi pernah berkata : "Wanita adalah cahaya Tuhan, bukan sekadar objek nafsu. la adalah pencipta, bukan sekadar ciptaan." Pesona ini bersifat transformatif. Pertemuan dengan wanita yang memiliki kedalaman spiritual bukan hanya membangkitkan kekaguman, tetapi membawa seseorang lebih dekat kepada Sang Pencipta. Kehadirannya menjadi pengingat akan keindahan ukhrawi.

4. Peran sebagai "Rahman" di Bumi.

Nama Tuhan Ar-Rahman berakar dari kata Rahm yang berarti rahim. Wanita spiritual membawa pesona "rahim" ini ke dalam karakter sosialnya ia melindungi, memelihara, dan mencintai tanpa syarat. Pesona ini adalah bentuk pengabdian (khidmah) yang luhur. 

Jadi, pesona wanita dalam tasawuf adalah Cahaya di atas Cahaya. la bukan tentang apa yang tampak di permukaan, melainkan tentang seberapa jernih cermin hatinya memantulkan cahaya llahi.Ketika seorang wanita menata jiwanya dengan ketakwaan, kecantikannya menjadi abadi sebuah daya tarik yang tidak akan luntur oleh usia karena ia bersumber dari Yang Maha Kekal.