Praktek Pernafasan Imun tubuh

Memperkuat Imun Tubuh Penyembuhan Penyakit Awet Muda Panjang Umur

Tabib legendaris asal negerti tiongkok, Khe Hung, dalam kitab ketabiban yang terkenal di shanghai abad ke 3 (281-361 M), "Jika manusia mempraktekan pernapasan secara sempurna (volume nafas besar), mereka akan bebas dari penyakit. Bila mereka sering gerak badan, mereka tidak mudah menjadi tua. Tubuh manusia berada dalam udara, dan udara berada dalam tubuh manusia. jadi udara merupakan makanan utama bagi kehidupan manusia. bagi mereka yang mahir dan dapat mengusai teknik pernapasan selain badanya sehat, terhindar dari berbagai penyakit, serta kuat menahan lapar, ia juga akan dapat mencapai usia yang panjang".

Pada pernyataannya yang lain, Khe Hung juga menyatakan bahwa, "Obat-obatan memang berkhasiat untuk menghilangkan penyakit, tetapi bila disertai dengan menghirup hawa bersih sebanyak-banyaknya, khasiat kesembuhan akan lebih cepat. Bahkan dengan menghirup udara bersih saja sudah cukup untuk membebaskan diri dari gangguan penyakit, jika tidak ada obat".

Ambil posisi duduk yang rileks, punggung ditegakkan, usahakan memilih waktu pagi setelah subuh serta dalam keadaan cuaca tidak lembab (tidak disarankan pada malam hari).

mula-mula 'kuras' dulu udara kotor yang mengendap pada paru-paru anda, caranya anda menarik napas tiga hitungan, lalu hembuskan sebanyak-banyaknya sambil bersuara, "AAAAA......." (suara A sebagai suatu kontrol hembusan sekaligus melatih pita suara anda). Ulangi sebanyak tiga kali atau dirasa cukup.

Senam pernapasan tingkat 1 disebut pernapasan berirama I hitungan 1 : 2 (satu berbanding dua). Artinya, perbandingan hitungan ketika anda menghirup napas dengan menghembuskannya adalah satu dibanding dua. Misalkan anda menghirup 4 hitungan dengan hidung, maka anda menghembuskannya sebanyak 8 hitungan menggunakan mulut. Awali dengan 3 hitungan menghirup dan 6 hitungan melepaskannya selama 2-3 minggu. Boleh kombinasi pernapasan dada dan perut.

Kalau sudah lancar menggunakan teknik pernapasan berirama I dengan tidak disertai keadaan jantung berdebar-debar, perasaan mau pingsan, berkunang-kunang, maka bisa dilanjutkan pernapasan berirama II dengan perbandingan 1 : 1. Bedanya dengan Senam Pernapasan tingkat 1, selain perbandingan hitungannya juga pada penggunaan hidung baik menghirup maupun menghembuskannya. contoh, hirup 6 lalu hembuskan 6 hitungan sampai dilatih mendekati 30 hitungan.

Pernapasan berirama III muncul kombinasi menahan udara di paru paru. Sehingga perbandingan hirup,tahan di paru-paru, lalu hembuskan adalah 1:1:1 atau boleh kombinasi 2:4:2. Senam Pernapasan tingkat tiga ini TIDAK DISARANKAN bagi yang belum menguasai benar-benar tingkat I dan tingkat II sebab bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru serta organ yang berkaitan dengannya.

Pernapasan berirama tahap ke IV, tahap lanjut, bentuknya kombinasi antara hirup, tahan napas, hembuskan, tahan paru-paru agar kosong sebentar dengan perbandingan 2:1:2:1. Senam Pernapasan tahap IV itu artinya kita menghirup 6 hitungan, tahan sebentar 3 hitungan, hembuskan 6 hitungan,tahan paru-paru kosong 3 hitungan dan seterusnya.

Jos Usin telah membuktikannya sendiri, dari awalnya sebagai lelaki dewasa yang sakit-sakitan sampai jadi lanjut usia yang tetap sehat panjang umur.