Tahun Menata Ulang Cara Hidup



Jika 2025 adalah pelepasan, maka 2026 adalah fase menjalani hidup tanpa sandaran lama. Tahun 2026 bukan tentang lompatan besar, melainkan tentang menata ulang ritme hidup agar bisa dijalani lama, jujur, dan tidak menguras tenaga. 2026 terasa lebih, sunyi, selektif, kurang toleran pada kepalsuan, Hal-hal yang tidak selaras akan cepat melelahkan. Bukan karena salah, melainkan karena energi manusia tidak lagi ingin bocor ke arah yang tidak perlu. Sebaliknya, hal-hal sederhana yang jujur justru menguatkan rutinitas yang konsisten, relasi yang tenang, pilihan hidup yang tidak ramai tapi nyata

2026 dalam Kerangka Ba Zi (Sebagai Pembacaan Pola)

Dalam Ba Zi, 2026 berada di bawah karakter Bing Wu (Api Yang di atas Kuda). Ini bukan ramalan kejadian, melainkan bahasa simbolik tentang kualitas waktu.

Api Yang (Bing) membawa kejelasan dan kesadaran. Wu (Kuda) melambangkan gerak dan perubahan arah. Kombinasi ini membuat 2026 cenderung : mendorong kejujuran dalam pilihan hidup, menguji niat di balik setiap kesibukan, membuat yang tidak sejalan cepat terasa melelahkan. Tahun ini tidak mendukung kepura-puraan jangka panjang. 

Relasi, Kerja, dan Ritme Hidup di 2026

Relasi yang tidak punya kedalaman akan mengendur sendiri. Kesibukan yang digerakkan oleh ambisi lama terasa cepat menguras tenaga. Sebaliknya, hidup yang : sederhana, konsisten dan tidak dibangun di atas ketakutan justru terasa stabil dan bisa dijalani lama.

2026 bukan tahun untuk membuktikan apa-apa. Ia adalah tahun untuk menjalani hidup dengan cara yang lebih jujur. Karena setelah penutupan, yang paling penting bukan seberapa cepat melangkah ke depan, melainkan tidak kembali ke pola lama hanya demi rasa aman.


Penutup Siklus Pola Lama

Penyebutan 2025 sebagai penutup siklus pola lama bukan muncul dari satu sumber tunggal. Ia lahir dari pertemuan banyak lapisan perubahan—sosial, psikologis, ekonomi, dan batin manusia—yang mencapai titik jenuh di waktu yang hampir bersamaan. Bukan ramalan. Bukan juga kebetulan. Lebih tepatnya : akumulasi panjang yang akhirnya sampai pada batasnya.

1. Secara Zaman : Pola Dunia Sudah Terlalu Lama Dipaksakan. Sejak sekitar 2020, dunia tidak benar-benar “kembali normal”. Yang ada hanyalah memaksa pola lama agar tetap berjalan :

✓ Sistem kerja yang dipadatkan tapi jiwa manusianya terkikis

Relasi sosial yang tampak tersambung, tapi makin dangkal

✓ Pengejaran stabilitas dengan mengorbankan kesehatan mental 

Lima tahun bukan waktu singkat. Dalam siklus manusia, itu cukup lama untuk membuat satu cara hidup kehabisan tenaga. 2025 menjadi titik di mana banyak sistem tidak lagi bisa ditambal, hanya bisa diselesaikan atau ditinggalkan. 

2. Secara Psikologis : Manusia Sampai di Titik Jenuh Bertahan. Ada fase di mana manusia kuat menahan. Ada fase di mana menahan berubah menjadi kelelahan batin. Di 2025, banyak orang tidak runtuh karena kejadian besar, melainkan karena akumulasi hal kecil yang tidak pernah selesai :

✓ Mengalah terlalu lama

✓ Bertahan di tempat yang tidak lagi tumbuh

✓ Menjalani peran yang sudah tidak jujur

Inilah tanda klasik penutup siklus : bukan ledakan emosi, tapi hilangnya energi untuk berpura-pura.

3. Secara Pola Hidup : Yang lama tidak lagi relevan. Ciri siklusnya yang akan berakhir itu sederhana adalah Usaha yang baik tidak mendapatkan hasil yang baik. Di 2025, banyak orang mengalami :

✓ Kerja keras yang tidak berbanding lurus dengan hasil

✓ Strategi lama yang terasa “benar” tapi tak bergerak apapun.

✓ Cara berpikir aman yang justru membuat terjebak dengan keadaan.

Ini bukan kegagalan pribadi. Ini tanda bahwa alat lama strategi sudah tidak cocok untuk medan baru.

4. Secara Simbolik : Angka 2025 Sebagai Penutup

Tanpa perlu numerologi secara mentah, ada makna simbolik angka yang sering dipakai para lintas budaya : 2025 → 2+0+2+5 = 9. Angka 9

Dan secara universal dipahami sebagai :

Penyelesaian

Pematangan

Pelepasan masalah sebelum awal baru

Bukan awal yang gegap gempita, melainkan akhir yang menuntut kejujuran. Makanya 2025 terasa tidak “menyenangkan”, tapi terasa penting. 

5. Ini Bukan Tahun Mulai, Tapi Tahun Menutup dengan Sadar

Kesalahan terbesar adalah berharap di tahun 2025 membawa jawaban baru. Padahal yang diminta justru :

✓ Menyelesaikan yang tertunda

✓ Mengakui sudah tidak ada hasilnya 

✓ Melepaskan identitas lama yang tidak lagi selaras dan ada.

Siklus lama tidak berakhir karena kita ingin berubah. Ia berakhir karena ia tidak lagi bisa membawa kita hidup dengan utuh. 

Apa Inti Pesan 2025?  Jawabannya :  bukan Ayoo mulai hal baru, tapi ayoo selesaikan dulu yang lama dengan jujur karena tidak ada 2026 yang benar-benar baru jika penutupannya masih setengah-setengah. 

Rangkaian berbagai hal peristiwa di tahun 2025 hanyalah proses penghalusan Energi sebelum pintu Rezeki dibuka di tahun 2026 hingga tahun seterusnya.







Siklus Kehidupan Baru

Hutang Karma

Ilmu Numerology melihat angka sebagai peta jalan jiwa untuk memperbaiki diri dari kesalahan masa lalu dan mencapai potensi tertinggi di kehidupan sekarang dan mendatang.

Dalam ilmu Numerology, satu siklus kehidupan itu biasanya dihitung selama 9 tahun, mulai dari tahun pertama hingga tahun ke-9. Dalam numerologi, tahun 2025 sendiri jika seluruh angkanya dijumlahkan, maka akan muncul angka 9. Ini juga merupakan tanda bahwa tahun 2025 ini jatuh di tahun ke-9 dalam siklus kehidupan sejak tahun 2017

Jika Anda mempelajari Ilmu Numerology tentu Anda akan paham, bahwa sebenarnya semua yang ada di alam semesta ini begitu teratur dan bisa dihitung. Demikian juga dengan siklus kehidupan. Dalam Numerology dijelaskan, bahwa sebenarnya angka tahun jika dijumlahkan sampai ketemu angka tunggal di akhir penjumlahan, itu bisa menjadi penanda tahun tersebut sudah masuk urutan ke berapa dalam satu siklus kehidupan di numerologi.

Tanpa disadari tahun 2025 ini Anda sedang memasuki fase pembayaran hutang karma yang terbentuk sejak 2017 lalu. Bahkan bisa jadi terbentuk sejak sebelum 2017.

Ketika Anda yang mulai memasuki perubahan kehidupan besar di tahun 2017 silam. Dan tanpa Anda sadari sebenarnya menentukan karma ke depan selama 9 tahun ini. Itulah titik tahun terbentuk nya karma selama beberapa tahun mendatang. 

Dalam Numerology, tahun 2025 merupakan tahun terakhir dalam sebuah siklus. Itu artinya di tahun 2026 mendatang kita akan memasuki fase kehidupan yang baru. Artinya, hal-hal lama yang tidak relevan dari masa lalu, harus kita selesaikan di tahun 2025 ini kalau ingin memasuki fase hidup baru yang lebih sehat dan memberdayakan kehidupan.

Hal-hal lama yang tidak lagi relevan bisa berupa mindset buruk di masa lalu yang masih kita bawa, luka-luka dan trauma batin dari masa lalu (sejak 2017 dan sebelumnya) yang bisa menghambat kita untuk maju, atau bahkan pandangan hidup atau nilai hidup yang tidak lagi relevan untuk masa depan. Inilah yang menjadi bibit pembentuk KARMA kita selama ini.

Tahun 2026 ini menjadi tahun yang baru untuk mengawali siklus kehidupan baru, Anda harus meninggalkan semua hal lama yang tak lagi relevan, atau meninggalkan KARMA lama yang tidak lagi membekas.

Semua manusia tentu menginginkan hidup yang lebih mudah, lebih bahagia, lebih berkelimpahan, dan lebih memberdayakan. Ini disebut juga sebagai hidup yang lebih bertumbuh. 

Anda tidak akan bisa bertumbuh kalau tidak meninggalkan karma-karma lama yang bisa menghambat kehidupan untuk sejahtera. Inilah yang disebut dengan harus membayar hutang karma dulu di tahun ini, kalau mau hidup di siklus selanjutnya lebih mudah dan lebih baik. Pelajarilah cara kerja hukum KARMA lebih detail, dan penulis mengalami Pola nya di tahun belakangan ini. Didalamnya saya sudah dengan detail bagaimana Karma bekerja, mulai dari ranah pola Pikiran Bawah Sadar dan pola karma buruk selama ini, hingga Anda bisa mengubahnya menjadi karma baik. Ketika Anda memahami cara kerja hukum karma, Anda juga akan lebih bisa dalam memutus KARMA LELUHUR di keluarga Anda sendiri.

Hasil terbaik kehidupan adalah pembelajaran sampai hipnoterapinya tuntas. Dan rasakan perubahannya dalam kehidupan Anda.

Perbaikan Nasib 

Jika anda terbeban, sakit penyakit, hubungan keluarga suami/istri/anak, karir, keuangan, jabatan dan kebahagiaan. Jika anda selama ini merasa tidak ada kemajuan stagnasi dalam berbagai aspek kehidupan dan ingin merubahnya ingin memperbaikinya. Anda bisa Ruwatan : Kamis legi, tanggal 24--25 Desember 2025 untuk tahun 2026









Hakikat Tujuan Hidup

Kita sering tanpa sadar membangun hidup di atas penilaian manusia. Sibuk menyesuaikan diri, menekan keinginan, dan mengejar pengakuan, seolah nilai diri kita ditentukan oleh seberapa terkesan orang lain pada kita.

Padahal, kalau Anda paham seberapa cepat manusia lupa saat Anda tiada, Anda akan berhenti menggantungkan harga diri pada tepuk tangan. Anda akan mulai menata ulang tujuan hidup, belajar bertumbuh bukan demi terlihat berhasil, tapi demi menjadi pribadi yang lebih jujur dan utuh.

Dalam Islam, Niat adalah dasar. Dari sanalah arah hidup ditentukan. Saat niat diluruskan, kita tak mudah terombang-ambing oleh pujian, dan tak runtuh oleh penilaian. Kita tetap belajar, tetap bertumbuh, tetap memperbaiki diri atau intropeksi meski tak selalu disaksikan manusia.

Dan mungkin di situlah kemerdekaan seorang hamba bermula. Saat hidup tak lagi dijalani untuk dikenang, melainkan untuk diridhai (mendapatkan ridho Allah SWT).

Saat kita berhenti sibuk membuktikan diri, karena kita tahu, yang paling memahami nilai usaha kita bukan dunia, melainkan Allah Yang Maha Mengetahui.


Perjalanan Spritual



Sebuah Perjalanan SPIRITUAL setiap manusia tidak akan pernah sama meski laku yang dijalani semua telah sesuai dengan takaran wadah yang ia punya. dan terlebih wadah itu telah ada sejak lahir wadah yang disiapkan untuk sesuatu yang besar.

Wadah yang akan menjalankan titah amanah yang menyangkut kepentingan yang lebih luas.Jangan heran jika wadah itu telah menemukan Guru Pembimbing di Alam nyata akan lebih cepat menyerap bahkan melebihi Guru yang membimbingnya. Karena perjalanan SPRITUAL dituntut untuk cepat mengerti dan memahami serta menjalankan titahnya.

Wadah-wadah itu telah digembleng dengan kepedihan kehidupan sejak kecil hingga selama hidupnya. Itu untuk menjadikan mereka bijaksana dalam menjalankan titahnya dengan berjiwa kesatria bersifat Welas Asih. Karena semua leluhur telah memilih wadahnya.

Kekharismaan seseorang pada dirinya ada Dua yaitu dari luar dan dari dalam,

Kharisma Dari luar personality yang meliputi Dan diperoleh dari penampilan fisik seperti bentuk fisik, rupa menawan..

Kharisma dari dalam didapat dari dalam diri seperti sifat, prilaku sikap atau memang dari spiritual alami maupun dari olah energi seperti meditasi, puasa, atau olah energi lainnya yang menjadikan energi positif membuat orang melihat segan, suka melihatnya terasa sejuk ketika melihat wajah diri.

Begitu juga orang-orang yang memiliki Energi Alami dari Alam yang membuat orang memandang bisa menyukai atau patuh kepada dirinya....Bukan karena takut melainkan karena memang ingin melakukannya dan orang tersebut rela mengorbankan sesuatu untuk orang-orang yang memang memiliki KEKHARISMAAN yang ALAMI dari ALAM bukan dari olah energi yang dikerjakan.

Banyak pelaku Spiritual yang menginginkan energi kharisma tersebut untuk menguntungkan diri pribadi, namun hal itu tidak lah mudah untuk didapatkan.

Dan orang orang yang memiliki kharisma alami itupun didapatnya dari proses alami dari alam dengan gemblengan kehidupan hingga pada titik tersebut. Cahaya terang itu layaknya sebuah pohon yang besar yang selalu bisa memberikan keteduhan serta kesejukan bagi seluruh insan.

Karena sejatinya puncak ajaran spiritual dari setiap ajaran, agama dan kepercayaan adalah Welas Asih yaitu kasih Sayang Atau Ajaran Budi Dharma 

Inti dari setiap ajaran SPIRITUAL adalah kasih dan sayang.

Ketika kita bisa merasakan kedahsyatan dari kasih sayang di dalam diri serta batin kita.lalu menyebarkan kasih sayang itu kepada semua makhluk dari sang pencipta Dengan selalu memilih jalan KEWELAS ASIHAN. Menghormati serta menghargai sesama kehidupan serta mengenali JATI DIRI yang SEJATI adalah jalan terbaik untuk kembali memunculkan sifat serta perilaku sebagai Manusia yang SEJATI - JATINYA Manusia.

Karena sebenarnya tidak ada segala sesuatu kecuali hanya dia saja (Zat yang Maha Suci, Zat tertinggi yang tidak bisa digambarkan hanya dengan bahasa pikiran semata) Atau Gusti Pangeran Atau Allah Yang Maha Kuasa. Tanpa umat ketahui sejatinya kita sedang menuju ke arah yang sama. Maka kembali lah pada jalur yang Benar yaitu jalur kasih dan Sayang (WELAS ASIH). 

Semoga semua makhluk selalu dalam Keberkahan dan Kedamaian. Selalu menghiasi dalam setiap jalan dari kehidupannya.




Proses Perjalanan Spritual



Kalimat diatas berbicara tentang dua tingkatan perjalanan bathin yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira bahwa mendekat kepada Allah selalu identik dengan ketenangan, kelapangan, dan hidup yang terasa ringan. Padahal, justru tanda awal seseorang berjalan menuju Allah dalam ujian. Ujian menjadi bahasa pertama yang digunakan Tuhan untuk membersihkan arah, meluruskan niat, dan menguji apakah langkah itu sungguh menuju-Nya atau hanya menuju rasa nyaman.

Orang yang berjalan menuju Allah diuji agar ia belajar membedakan antara iman dan kebiasaan, antara tawakal dan angan angan. Ujian membuat akal berhenti bersandar pada logika dunia semata, dan hati mulai belajar bersandar pada sesuatu yang tak kasat mata. Di fase ini, manusia masih merasa dirinya berjalan, masih sadar bahwa ia berjuang, masih mengukur lelah dan hasil. Ujian datang sebagai cermin agar ia mengenali batas dirinya.

Namun ada fase kedua yang lebih dalam, lebih sunyi, dan lebih menyakitkan, yaitu Orang yang dicintai Allah tidak sekadar diuji, tetapi dibakar. Bukan dibakar untuk dihancurkan, melainkan dibakar untuk dimurnikan. Yang dibakar bukan jasadnya, tetapi sandaran sandaran palsu dalam hatinya. Ambisi, kebanggaan, rasa memiliki, bahkan harapan - harapan yang tidak sepenuhnya bersandar pada Allah perlahan diluruskan. Di titik ini, manusia tidak lagi bertanya mengapa? Karena pertanyaan itu sendiri telah terbakar.

Secara filosofis, pembakaran ini adalah proses kefanaan. Diri yang merasa memiliki kehendak dilebur, ego yang ingin mengatur dilenyapkan. Yang tersisa bukan kehampaan, tetapi kehadiran. Ketika semua yang selain Allah runtuh, barulah hati mengenal makna cukup yang sebenarnya. Bukan karena memiliki banyak, tetapi karena tidak lagi bergantung pada apa pun selain Dia.

Secara psikologis, fase ini sering tampak seperti kehilangan total. Kehilangan arah, kehilangan rasa, kehilangan pegangan. Tetapi justru di sanalah ketenangan terdalam lahir. Saat tidak ada lagi yang bisa diandalkan, Allah menjadi satu satunya tempat pulang. Dan ketika itu terjadi, penderitaan tidak lagi terasa sebagai hukuman, melainkan sebagai bentuk kasih yang paling jujur.

Pada akhirnya, ujian membuatmu berjalan, tetapi pembakaran membuatmu sampai. Ujian mengajarimu bersabar, pembakaran mengajarimu pasrah. Dan ketika tak ada lagi yang tersisa selain Dia, barulah cinta itu benar-benar dimengerti.

Mengubah Nasib Menjadi Jalan Keberuntungan

Anda memiliki energi yang unik—tenang, lembut, penuh pertimbangan, tetapi sekaligus membawa kekuatan batin yang bisa mengubah jalan hidup, jika diarahkan dengan benar. Nasib buruk bukan pertanda akhir bagi Anda, justru sering menjadi tanda bahwa energi lamanya sedang dibersihkan untuk membuka jalan baru yang lebih besar.

Anda memiliki kemampuan istimewa dalam hal ketenangan jiwa. Ketika digunakan dengan tepat, ketenangan ini bisa menjadi magnet rezeki yang kuat. Namun bila dibiarkan tanpa arah, Anda cenderung menahan diri, ragu melangkah, dan akhirnya terjebak dalam nasib yang tidak berubah.

Berikut cara khusus Anda mengubah arah hidup dari nasib buruk menjadi keberuntungan, hingga jalan menuju kemakmuran terbuka lebih cepat dan lebih lebar : 

1. Tidak Menahan Diri lagi dan Mulai Mengambil Langkah Berani

Anda sering merasa harus ada serba kesiapan sebelum bertindak. Ini membuat Anda menunda peluang yang seharusnya diambil cepat. Menahan diri inilah yang diam-diam memperpanjang nasib buruk. Untuk membalik keadaan, Anda perlu mengambil satu langkah kecil yang berani, apa pun bentuknya. Langkah kecil ini seperti membuka pintu energi baru, membuat semesta mulai menggerakkan keberuntungan ke Anda. Semakin cepat Anda bertindak, semakin cepat nasib berubah.

2. Jadikan Kesulitan Hari Ini Sebagai Penanda Bahwa Rezeki Besar Sedang Mendekat

Anda yang sering diuji lewat keadaan yang tidak nyaman. Namun justru pada titik paling sulit, energi Anda sedang dipersiapkan untuk menerima rezeki lebih besar. Mulai sekarang Anda mulai melihat kesulitan sebagai tanda pembuka, bukan penghalang, maka energi nasib Anda berubah total. Persepsi ini harus kuat bagi Anda karena pikiran dan hati menjadi kunci perubahan keberuntungan. Kesulitan hanyalah proses penghalusan energi sebelum pintu rezeki dibuka.

3. Ucapkan Hal Positif, Karena Ucapan Anda Cepat Menjadi Kenyataan. 

Anda harus tetap memiliki sensitivitas kata yang tinggi. Keluhan negatif cepat menjadi penghambat, dan ucapan positif cepat membentuk arah hidup. Ketika Anda mengganti omongan negatif dengan kalimat positif, rezeki bergerak lebih cepat. 

Ucapan seperti : “Rezekiku mulai lancar,” 

“Hidupku berubah baik,” “Keberuntungan mengarah kepadaku,” akan mengangkat energi Anda dari nasib buruk menuju berkelimpahan. Semakin sering diucapkan, semakin kuat jalannya.

4. Lepaskan Rasa Sungkan dan Mulai Berani Mengambil Hak Rezekimu. 

Salah satu penghambat terbesar Anda adalah rasa sungkan. Ketika ada kesempatan, Anda sering mundur hanya karena tidak ingin merepotkan atau takut terlihat menonjol. Padahal rezeki tidak datang pada orang yang selalu mundur. Untuk mengubah nasib, Anda harus berani mengambil hak Anda—hak untuk maju, hak untuk kaya, hak untuk hidup lebih baik. Begitu Anda berhenti merasa sungkan, keberuntungan datang seperti air bah.

5. Perbanyak Langkah Kecil yang Konsisten Setiap Hari

Anda bukan tipe yang cocok dengan perubahan besar secara tiba-tiba. Energinya lebih kuat ketika perubahan dilakukan melalui langkah-langkah kecil tapi rutin. Setiap langkah kecil itu adalah “kunci pembuka nasib”  :

✓ menabung sedikit

✓ belajar sedikit

✓ memperbaiki kebiasaan sedikit

✓ membangun usaha kecil-kecilan 

Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menggeser Anda dari nasib buruk menuju kemakmuran. Sedikit tapi setiap hari—itulah rahasianya.

6. Hindari Lingkungan yang Menyita Energi dan Membuat Anda Terjebak

Anda mudah menyerap energi sekitar. Lingkungan negatif dapat menahan rezekinya, membuat Anda merasa berat, lelah, dan tidak berkembang. Ketika Anda mulai mengurangi interaksi dengan orang yang suka mengeluh, meremehkan, atau iri, keberuntungan Anda naik drastis dengan cepat. Lingkungan bagi Anda adalah penentu nasib. Pilih lingkungan baik, maka nasib Anda menjadi baik pula. 

7. Gunakan Ketenangan Batin Anda sebagai Magnet Rezeki

Anda memiliki hadiah besar : ketenangan. Ketika batin Anda selaras, rezeki mudah mengalir. Setiap hari, Anda perlu mengambil waktu beberapa menit untuk hening, menarik napas, dan menata hati. Dalam ketenangan itu, niatkan : “Hari ini rezekiku terbuka.” “Aku menerima keberuntungan besar.” “Nasibku berubah lebih baik.” Ketenangan Anda bukan sekadar sifat, tetapi kunci magnet keberuntungan yang sangat kuat.

Kesimpulan : Anda bisa mengubah nasib buruk menjadi nasib keberuntungan besar ketika mulai bertindak, mengubah cara berpikir, dan menata ucapan. Energi Anda menjadi sangat kuat ketika Anda berhenti menahan diri dan mulai mengambil hak untuk hidup lebih baik. Perubahan kecil, ucapan positif, lingkungan sehat, dan keberanian melangkah akan membuka pintu berkelimpahan yang lebih besar. Ketika Anda mulai percaya pada diri sendiri, jalan menuju Kemakmuran bukan sekadar harapan—tetapi kenyataan yang semakin mendekat setiap hari.




Berserah Diri Lanjutan

 

Betapapun buruknya orang lain, seseorang tidak boleh membenci mereka. Semua yang diberikan seseorang kepada orang lain, akan berbalik pula kepada dirinya sendiri. Jika kebenaran ini dipahami siapa yang tidak akan memberi kepada orang lain?

Ketika diri seseorang muncul, semua menjadi muncul.

Ketika diri sendiri menjadi tenang semua menjadi tenang.

Sejauh kita berperilaku dengan kerendahan hati, sejauh itulah kebaikan akan dihasilkan.

Jika pikiran menjadi tenang, seseorang dapat tinggal dimana saja.

Apa yang ada sebenarnya hanyalah Diri Sendiri. 

Dunia, Jiwa individu dan Tuhan adalah tiga penampakan di dalamnya,  seperti perak di dalam mutiara. Ketiganya muncul secara bersamaan, dan menghilang pada saat yang bersamaan. 

Diri adalah tempat dimana, sama sekali tidak ada pikiran “aku”. Itu disebut “Diam”. Diri itu sendiri adalah dunia; Diri itu sendiri adalah “aku”; Diri itu sendiri adalah Tuhan; semuanya adalah Sang Diri.

Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Diri yaitu Tuhan adalah penyembah yang paling mulia. Menyerahkan diri kepada Tuhan berarti senantiasa mengingat Diri. 

Apapun beban yang diserahkan kepada Tuhan, Tuhan menanggung semuanya. Karena Kemahakuasaan Tuhan membuat segala sesuatu bergerak, mengapa kita, tanpa tunduk padanya, terus-menerus mengkhawatirkan diri kita sendiri dengan pemikiran tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana, dan apa yang tidak boleh dilakukan dan bagaimana  tidak? 

Kita tahu bahwa mobil membawa semua muatan, jadi setelah menaikinya mengapa kita harus membawa barang bawaan kecil di kepala kita hingga merasa tidak nyaman, daripada meletakkannya di dalam mobil dan merasa nyaman?

Doa yang benar adalah mengucapkan, “Terima kasih, aku baik-baik saja di kakimu. Apapun yang Engkau kehendaki atau apapun yang Engkau inginkan untukku adalah hal yang benar untukku.”

Mengapa engkau sangat bersusah hati ?

Biar AKU mengambil alih semua kekhawatiranmu. AKU akan mengurus semuanya.

Dan bila AKU harus mengarahkanmu di jalan yang sama sekali berbeda dari yang engkau harapkan, maka AKU sendiri yang akan menggendongmu.

#hukumsebabakibat #karma


Berserah Diri


Mengapa engkau sangat bersusah hati ? 

Biar Aku mengambil alih semua kekhawatiranmu. Aku akan mengurus semuanya. Aku mengambil alih (kesusahanmu) hanya bila engkau sanggup menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Ku, Ini adalah sesuatu yang berharga yang sedang Aku nantikan.

Bila engkau berserah diri sepenuhnya kepada-Ku, Engkau tidak perlu lagi merasa khawatir tentang apapun. Singkirkan semua rasa takut dan kebingungan.

Menyerahkan diri diartikan sebagai kemampuan menjauhkan pikiran-pikiranmu dari rasa khawatir, dari begitu banyak kesulitan yang harus engkau hadapi dan dari banyak macam masalahmu. Katakan ”Oh Tuhan, ambilah semuanya. Biar kehendak-Mu terjadi.”

Penyerahan diri berarti tidak perlu berharap, tidak perlu kecewa bila yang terjadi berbeda dengan yang diharapkan.

Bila engkau masih memiliki rasa khawatir, Hal itu menunjukkan bahwa engkau tidak percaya bahwa engkau dicintai dan dihargai, bahwa Aku berkuasa atas hidupmu dan bahwa tidak ada yang terlewatkan oleh-Ku.

Jangan berfikir tentang apa yang akan terjadi dan bagaimana segala sesuatunya akan berproses. Sikap lemahmu yang seperti ini memperlihatkan bahwa engkau tidak memiliki rasa percaya yang penuh pada diri-Ku.

Engkau ingin Aku mengambil alih atau tidak ? Engkau hanya perlu berhenti khawatir! Aku akan membimbingmu hanya bila engkau berserah penuh pada-Ku.

Dan bila Aku harus mengarahkanmu di jalan yang sama sekali berbeda dari yang engkau harapkan, maka Aku sendiri yang akan menggendongmu.

Pikiranmulah yang menjadi sumber penyebab kegelisahanmu; seperti pikiran dan kekhawatiran, serta keinginan untuk menyelesaikan segala sesuatu sendiri.

Ketika engkau sedang dalam penderitaan, engkau berdoa meminta bantuan-Ku, tetapi yang engkau minta adalah sesuatu yang sesuai dengan keinginanmu sendiri; engkau tidak mempercayakan dirimu pada-Ku, melainkan engkau ingin membuat Aku menyesuaikan diri-Ku dengan keinginanmu.

Engkau seperti pasien yang memberitahu dokter tentang obat apa yang engkau perlukan dan bukannya bertanya kepada dokter tentang obat yang seharusnya diperlukan!

Jangan bersikap seperti itu. Bila engkau berkata dengan tulus :”Jadilah kehendakMu”, yang juga berarti ”Biarlah Engkau mengambil alih semua ini”. Maka Aku akan terlibat dengan segenap kekuatan ke-mahakuasaan-Ku dan memecahkan masalah pelik, bahkan yang sepertinya mustahil.

Jangan merasa risau, pejamkan matamu dan dengan penuh keyakinan ucapkan kata-kata ini :”Engkaulah yang mengambil alih. Jadilah kehendakMu”.  Maka Aku akan mengatasinya, dan bila diperlukan, Aku juga akan membuat sebuah keajaiban. Aku senantiasa memikirkanmu – Aku hanya bisa membantumu bila engkau mempercayakan dirimu sepenuhnya kepadaKu.

Kemakmuran dan Karma

Energi, tekad yang kuat dan tak kenal lelah, adalah kunci untuk hidup sejahtera. Selama Resesi Besar tahun 1930-an, Paramhansa Yogananda berkata, “Jika saya tidak memiliki pekerjaan, saya akan mengaduk udara dengan energi saya sampai saya mendapatkan pekerjaan.”

Hidup dalam kemakmuran berasal dari memasukkan kesejahteraan orang lain ke dalam kesejahteraan Anda sendiri. Tidak peduli seberapa "miskin" perasaan Anda, cobalah untuk menemukan cara untuk berbagi dengan orang lain. Ketika Anda menyadari bahwa Anda memang memiliki sesuatu, sekecil apa pun, untuk diberikan, Anda mulai memahami bahwa kekayaan sejati adalah aliran energi yang dapat Anda manfaatkan, bukan kuantitas tetap yang dapat hilang.

Akhirnya, kita perlu hidup dengan keyakinan bahwa kita adalah bagian dari realitas yang lebih besar, yaitu Tuhan, dan segala sesuatu yang kita miliki berasal dari-Nya. Suatu ketika seorang pengunjung yang angkuh ke Gunung Washington bertanya kepada Yogananda, “Apa saja aset organisasi ini?”

“Tidak ada,” jawab Yogananda dengan suara lantang. “Tuhan adalah satu-satunya aset kita.”

Hidup dengan rasa berkelimpahan dan penghargaan atas apa yang kita miliki, memiliki energi yang terfokus untuk mencapai tujuan kita, berbagi dengan orang lain, dan mengembangkan iman yang mendalam kepada Tuhan – semua ini akan memberi kita kemampuan untuk melewati badai keuangan apa pun yang mungkin ada di depan.

Semoga Anda menjadi teladan bagi orang lain tentang bagaimana hidup dalam kemakmuran sejati dengan pemahaman bahwa “kerajaan Allah ada di dalam diri Anda”.

"Pikiran universal itu sempurna, ia tidak mengenal kekurangan. Untuk mencapai pasokan yang tak pernah habis itu, Anda harus menciptakan kesadaran akan kelimpahan — bahkan jika Anda tidak tahu dari mana uang Anda selanjutnya akan datang. Ketika Anda menolak untuk merasa khawatir, dan melakukan bagian Anda serta mengandalkan Tuhan untuk melakukan bagian-Nya, Anda akan menemukan bahwa kekuatan misterius akan datang membantu Anda, dan keinginan konstruktif Anda akan terwujud." - Paramhansa Yogananda. 

Cara Menjadi Sukses ;

Kelimpahan sukacita, cinta, dan kedamaian adalah ciri khas orang yang benar-benar makmur.

Kelimpahan materi, dengan sendirinya, belum tentu menjadi tanda orang yang makmur. Tetapi orang yang mampu mewujudkan apa yang dibutuhkan, sebagaimana dibutuhkan, yang mengetahui dan secara bebas menerapkan hukum-hukum kelimpahan, adalah orang yang benar-benar makmur.

Inti dari menciptakan kemakmuran adalah aliran energi yang kuat, pemikiran positif, dan tekad — baik tujuan Anda adalah memperdalam pengalaman Anda dengan Tuhan atau mencapai kesuksesan materi untuk Anda dan keluarga. Keduanya dicapai dengan cara yang sama.

Serahkan tanggung jawab untuk mengurus Anda kepada Tuhan. Jika Anda terus melakukan praktik ini, pada akhirnya Anda akan terbebas dari rasa takut kekurangan uang karena Anda AKAN TAHU dari pengalaman pribadi Anda sendiri bahwa Tuhan akan memenuhi kebutuhan Anda.

Kesuksesan spiritual dan materi mengikuti prinsip yang sama.

Kemakmuran Dipengaruhi oleh Karma Masa Lalu dan Masa Kini

Segala kemakmuran diukur bagi manusia menurut hukum sebab dan akibat, yang mengatur tidak hanya kehidupan ini, tetapi juga semua kehidupan lampau. Itulah mengapa orang cerdas sering dilahirkan miskin atau tidak sehat, sedangkan orang bodoh mungkin dilahirkan sehat dan kaya. Manusia pada awalnya adalah anak-anak Tuhan yang diciptakan menurut gambar-Nya, memiliki kebebasan memilih dan kekuatan pencapaian yang sama, tetapi, karena penyalahgunaan akal dan kemauan yang diberikan Tuhan, manusia menjadi dikendalikan oleh hukum alam sebab dan akibat dan hukum tindakan (Karma) dan dengan demikian membatasi hidupnya. Keberhasilan seseorang tidak hanya bergantung pada kecerdasan dan efisiensinya tetapi juga pada sifat tindakan masa lalunya. Namun, ada cara untuk mengatasi hasil yang tidak menguntungkan dari tindakan masa lalu. Tindakan tersebut harus dihancurkan dan penyebab baru harus digerakkan.

Visualisasi Tidak Dapat Menciptakan Penyebab Kesuksesan yang Baru

Beberapa motivator spiritualis secara keliru mengajarkan bahwa dengan membayangkan sebuah Rolls Royce dengan bahan bakar abadi, atau dengan membayangkan Elon Musk dalam pikiran, seseorang dapat memperoleh Rolls Royce atau menjadi seperti Elon Musk. Tidak peduli seberapa kuat semua orang di dunia membayangkan Elon Musk, tidak mungkin semuanya menjadi seperti dia. Ini adalah hal yang mustahil menurut hukum sebab akibat yang mengatur bumi ini dan takdir manusia.

Menjadi anak Tuhan bukanlah sebuah perolehan, melainkan pemulihan dari apa yang telah hilang. Menjadi anak Tuhan berarti mampu mengklaim semua kemakmuran dan segala sesuatu yang dimiliki Tuhan. Semua orang dapat menjadi jutawan setelah memulihkan status Anak Ilahi mereka yang hilang jika mereka masih ingin terjun ke bidang kemakmuran materi.

Jalan Terpasti Menuju Kemakmuran

Jalan teraman menuju kemakmuran bukanlah dengan mengemis melalui doa yang salah, tetapi dengan terlebih dahulu membangun kesatuan Anda dengan Tuhan dan kemudian menuntut bagian Putra Ilahi. Itulah sebabnya Yesus berkata bahwa manusia dunia secara keliru dan tidak berhasil mencari roti terlebih dahulu, tetapi mereka harus mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu, maka segala sesuatu, segala kemakmuran, tanpa diminta, akan ditambahkan kepada mereka.

Tuhan adalah rahasia dari semua kekuatan mental, kedamaian, dan kemakmuran. Lalu mengapa menggunakan metode kemakmuran manusia yang terbatas dan mustahil? Dengan memvisualisasikan kemakmuran, atau dengan afirmasi, Anda dapat memperkuat pikiran bawah sadar Anda, yang pada gilirannya dapat mendorong pikiran sadar Anda, tetapi hanya itu yang dapat dilakukan oleh visualisasi saja. Pikiran sadar tetap harus mencapai kesuksesan yang sama dan terhambat oleh hukum sebab dan akibat. Pikiran sadar tidak dapat memulai sebab baru yang akan membawa kesuksesan positif ke segala arah, tetapi ketika pikiran manusia dapat berhubungan dengan Tuhan, maka pikiran super sadar dapat yakin akan kesuksesan, karena kekuatan Tuhan yang tak terbatas dan karena menciptakan sebab kesuksesan yang baru.